bvn/hmden
TINJAU NORMALISASI – Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara meninjau nornalisasi Tukad Rangda, Kelurahan Panjer, Sabtu (7/11).
DENPASAR (BALIVIRALNEWS) –
Pemerintah Kota Denpasar melalui Dinas PUPR terus menggencarkan normalisasi menyeluruh dengan menyasar sungai-sungai di Kota Denpasar. Langkah tersebut sebagai upaya antisipasi dalam mencegah potensi genangan dan banjir menjelang musim penghujan. Hal tersebut diungkapkan Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara saat meninjau nornalisasi Tukad Rangda, Kelurahan Panjer, Sabtu (7/11).
Dalam peninjauan tersebut, Wali Kota Jaya Negara didampingi Wakil Ketua DPRD Kota Denpasar Made Oka Cahyadi Wiguna, anggota DPRD Kota Denpasar I Nyoman Darsa serta Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Denpasar I Gede Cipta Sudewa. Walikota mengatakan, normalisasi sungai dan drainase menjadi salah satu langkah penting dalam mengantisipasi potensi banjir di Kota Denpasar. Normalisasi ini menjadi langkah strategis untuk memperlancar aliran air sekaligus mengurangi risiko terjadinya genangan dan banjir saat curah hujan meningkat.
“Normalisasi sungai-sungai di wilayah Kota Denpasar ini dilaksanakan pada titik-titik sedimentasi dengan harapan dapat memperlancar arus air guna mencegah banjir menjelang musim penghujan,” ujar Jaya Negara.
Dikatakannya, saat ini terdapat sekitar 40 titik sedimentasi subgai dan drainase yang tengah dikerjakan normalisasi oleh Dinas PUPR Kota Denpasar. Beberapa di antaranya meliputi Tukad Badung, Tukad Teba, Tukad Punggawa, Tukad Loloan, Tukad Mati, Tukad Rangda, Tukad Ngenjung dan Tukad Ayung. Khusus penanganan Tukad Mati, Pemkot Denpasar sebelumnya juga telah menjalin kerja sama dengan Balai Wilayah Sungai (BWS).
“Kami berharap melalui normalisasi ini sungai-sungai di Kota Denpasar dapat optimal menampung air saat curah hujan meningkat, dan kami juga mengimbau maayarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan,” ujarnya.
Kepala Dinas PUPR Kota Denpasar I Gede Cipta Sudewa mengatakan, pekerjaan normalisasi sungai dan drainase di Kota Denpasar telah dimulai sejak awal tahun. Pengerjaan normalisasi juga terus ditambah pada Perubahan APBD Kota Denpasar.
“Sebanyak 40 titik kita sedang kerjakan dengan target tuntas awal Desember ini, namun banyaknya usulan masyarakat juga akan kami kerjakan sesuai dengan urgensinya secara bertahap dengan pengerukan sedimen hingga mencapai lapisan tanah keras di dasar sungai,” ujarnya.
Cipta Sudewa menekankankan, normalisasi sungai merupakan salah satu program strategis sebagai langkah preventif dalam mencegah banjir. Meski demikian, Pemkot Denpasar melalui Dinas PUPR juga telah merealisasikan pembangunan pompa air di beberapa titik wilayah yang berpotensi terjadi genangan.
“Upaya ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas aliran sungai serta meminimalkan potensi banjir, khususnya bagi masyarakat yang bermukim di sekitar kawasan aliran sungai,” ujarnya. (wes/hmden)









































