ist
SKETSA – Ny. Putri Suastini Koster menerima bingkisan berupa lukisan sketsa dari seniman Nyoman Wirata, pada peluncuran Blengbong di Art Centre, Selasa (25/5).
MANGUPURA (BALIVIRALNEWS) –
Seniman serbabisa yang juga Ketua TP PKK Bali Ny. Putri Koster, Selasa malam (25/5) meluncurkan “Blengbong”, buku kumpulan sajak budaya. Peluncuran yang digelar di Taman Budaya Art Centre Denpasar ini dilakukan untuk mengenang mahaguru seniman Umbu Landu Paranggi.
Hadir dalam acara tersebut Rektor ISI Denpasar Prof. Kuhn Adnyana, perwakilan Dinas Kebudayaan, sejumlah seniman seperti Ketut Syahruwardi Abbas, Nyoman Wirata, Jengki Sunarta, Putu Satriya Kusuma, Warih Wisatsana, Made Taro, dan GM Sukawidana. Hadir juga tokoh media Widminarko dan puluhan seniman lainnya.
Terkait blengbong ini, ujar Putri Koster, bermakna hujan badai, deras serta menghanyutkan. Ini sangat pas untuk menggambarkan sosok Umbu yang merupakan mahaguru bertangan dingin yang mampu menggembleng murid-muridnya di kalangan seniman.

Ny. Putri Koster
Putri Koster menggambarkan sosok Umbu seperti air, angin, terkadang seperti guntur. Ini dilakukan sebagai bagian dari sebuah profesionalisme dalam berkarya. “Walau sebagai orang Sumba, Umbu sangat dicintai di Bali terutama kepribadian dan profesionalismenya,” ujar pendamping orang nomor satu di Bali tersebut.
Selanjutnya, Putri Koster yang juga Manggala Utama Pakis Bali itu, juga meminta semua pihak tidak hanya meneladani Umbu dari segi puisi saja. Namun lebih jauh, teladani juga Umbu dari sisi pribadinya yang hamble, fokus dan sebagai perekat.
Pada kesempatan tersebut, Putri Koster juga memaparkan, pada era sebelumnya pemerintah lebih banyak memperhatikan seni tradisi. Namun kini, pemerintah sudah memberikan perhatian yang seimbang antara seni tradisi dan seni nontradisi dengan diwujudkannya Festival Seni Bali Jani (FSBJ).
Ajang FSBJ ini, tegas Putri Koster, memberikan kesempatan berkembang seni nontradisi seperti teater, sinema, termasuk pameran buku. “Soal pameran buku, bila perlu bisa menyaingi pameran buku yang ada di Frankfurt Jerman,” tegasnya semabri menambahkan, Bali optimis mampu melakukan hal itu.
Selain itu, Putri Koster juga mengemukakan soal pembangunan gedung budaya di Gunaksa Klungkung. Pembangunan gedung budaya ini dilakukan di atas lahan 300 hektar lebih. “Untuk panggung seninya 7 kali lipat areal Art Centre ini,” ujar Koster disambut tepuk tangan kalangan seniman dan undangan yang hadir.
Editor N. Sarmawa









































