ist
Excavator produk Sany diyakini tetap prospektif.
MANGUPURA (BALIVIRALNEWS) –
Meskipun pandemi, penjualan alat berat khususnya PT Sany Perksa merupakan grup perusahaan SANY Heavy Machinery berfokus pada penjualan dan distribusi excavator, wheel loader dan drilling rig untuk pasar di Indonesia. Berkantor pusat di Jakarta dan memiliki kantor cabang dan perwakilan tersebar di seluruh Indonesia.
Kantor cabang PT Sany Perkasa terletak di Jalan By Pass Dharma Giri No.88, Gianyar. Di sini penjualan mengalami peningkatan karena merupakan barang investasi dengan unit kelas tujuh setengah dan dua puluh ton atau type SY75C dengan fokus ke sektor konstruksi untuk saat ini. Hal itu disampaikan Chief Marketing Officer PT Sany Perkasa, Hery Yudianto.
“Kami merasakan tren peningkatan penjualan alat berat, dengan minat yang semakin besar dalam mewujudkan visi kami untuk mendedikasikan produk dan layanan yang maksimal untuk kepentingan para pelanggan di seluruh sektor bisnis di Indonesia,” jelasnya, Selasa (2/11) di Tuban, Badung.
Terlepas dari semua tantangan sosial dan ekonomi yang berubah begitu cepat karena banyak faktor-faktor seperti pergeseran geopolitik, pandemi virus corona dan munculnya “Revolusi Industri 4.0” melalui tren digital dan platformnya Sany Excavator tumbuh pesat di Indonesia, menempati posisi teratas dalam 2 tahun berturut-turut dalam penjualan excavator di Indonesia (ERG Report based).
Excavator Sany hadir di pasar Indonesia dengan type/model antara lain SY55C, SY75C, SY135C, SY135F, SY215C, SY215C-ACE, SY365H, SY500H, SY750H dan SY980H. Excavator Sany SY75C, untuk mendukung pembangunan proyek strategis di Bali dan Nusa Tenggara. Excavator Sany hadir dengan mengedepankan model SY75C dan SY215C. Populasi SY75C sampai saat ini berjumlah 60 unit tersebar di seluruh area Bali hingga Nusa Tenggara.
“Unit model ini mendominasi pangsa pasar sebesar hampir 40% terhadap penjualan seluruh pabrikan yang ada di Indonesia,” sebutnya.
Adapun kelebihan excavator SANY SY75C yang mengusung “efisiensi tinggi, konsumsi bahan bakar rendah, biaya perawatan rendah” menjadi faktor utama penjualan terbaik SY75C dan menjadikan unit model ini sebagai unit terbaik di kelasnya.
Melihat kondisi tersebut, dirinya menargetkan penjualan di Bali dengan target awal sebesar 50 unit per tahun. Target tersebut optimis akan mampu dicapai di Desember tahun ini.
“Kita memiliki target yang optimistik, pertama karena pandemi sudah menunjukkan gejala yang akan sedikit berkurang serta proyek konstruksi akan tetap jalan, belum lagi proyek stategis nasional lainnya,” sebutnya sembari menambakan, secara potensi tetap optimis pasar di Provinsi Bali maupun Nusa Tengara masih menjanjikan saat ini maupun yang akan datang. (gung/bvn)









































