sar
GATHERING – Dirut Perumda Air Minum Tirta Mangutama Badung Wayan Suyasa didampingi Dirtek Made Suarsa dan Dirum saat gatgering dengan kalangan media, Senin (8/11/2021).
MANGUPURA (BALIVIRALNEWS) –
Perumda Air Minum Tirta Mangutama Badung berupaya melakukan efisiensi secara ketat untuk menghindari kerugian. Selain mengurangi sejumlah hak karyawan, efisiensi juga dilakukan dengan mengerjakan sendiri pekerjaan yang biasanya disubkan.
Hal itu diungkapkan Dirut Perumda Air Minum Tirta Mangutama Badung Wayan Suyasa didampingi Dirtek Made Suarsa dan Dirum Made Sugita saat gathering jelang Hari Raya Galungan dan Kuningan, Senin (8/11/2021). “Kalau biasanya pekerjaan disubkan, kini kami kerjakan bersama tenaga Perumda,” ujar Suyasa.
Sementara terkait produksi air baku, pihaknya sama sekali tak bisa melakukan efisiensi. Misalnya, berapa bahan-bahan kimia yang diperlukan untuk menjadikan air baku, itu tetap harus dilakukan. “Terkait kualitas air kami tak berani main-main,” tegasnya.
Efisiensi ini dilakukan sangat ketat mengingat pendapatan Perumda turun drastis di saat pandemi covid-19 yang telah berlangsung hampir 2 tahun lamanya. Penurunannya mencapai Rp 8-9 miliar per bulan.
Dalam situasi normal, pendapatan Perumda mencapai rata-rata Rp 20 miliar per bulannya. Sementara biaya operasional termasuk nafkah pegawai setiap bulannya mencapai Rp 14,5 miliar. “Pada situasi normal, kami mampu meraup keuntungan hingga Rp 5,5 miliar per bulannya,” tegas mantan anggota DPRD Badung tersebut.
Namun saat pandemi, tegasnya, pendapatan Perumda hanya Rp 11 miliar dan bulan Oktober kemarin Rp 12 miliar. Ketika biaya operasional Rp 14,5 miliar, tentu saja Perumda akan mengalami kerugian.
Suyasa menyatakan, hal ini (kerugian, red) tak boleh terjadi. Dengan segala upaya, pihaknya melakukan efisiensi. “Astungkara, kerugian bisa dihinari. Saat ini, Perumda hanya break event poin atau tidak mengalami kerugian tetapi juga belum bisa mendatangkan keuntungan,” tegasnya.
Dia memaparkan, sejak dibukanya pariwisata internasional per 14 Oktober yang lalu serta menggeliatnya wisatawan domestik mengunjungi Bali, tingkat hunian hotel sudah mulai membaik. Karena itu, penggunaan air Perumda pun mulai menggeliat.
Dia menunjuk hotel-hotel di kawasan ITDC mulai menggeliat. Demikian juga dengan hotel-hotel di wilayah Seminyak dan Kuta Utara. “Kami berharap pariwisata segera pulih dan penggunaan air kembali normal,” tegasnya.
Ditanya kesiapannya untuk mendukung perhelatan dunia G-20 mendatang, Suyasa menyatakan sangat siap untuk menyukseskannya. Pihaknya pun sudah mulai memastikan air ke objek-objek wisata tak mengalami gangguan. “Kami sangat siap menyukseskan perhelatan G-20 mendatang,” tegas mantan Dirtek Perumda Air Minum Tirta Mangutama pada periode direksi sebelumnya. (sar/bvn)









































