bvn/r
BERSAMA NARASUMBER – Ketua Komisi II DPRD Badung Made Sada (tengah) bersama narasumber pada diskusi nasional pariwisata berkualitas.
MANGUPURA (BALIVIRALNEWS) –
Ketua Komisi II DPRD Badung Made Sada, Selasa (20/5/2025) menghadiri Diskusi Nasional “Menjadikan Pariwisata Bali Berkualitas dan Berkelanjutan” yang digelar Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kabupaten Badung. Ini sejumlah masukannya dalam rangka menyasar pariwisata berkualitas di Kabupaten Badung.
1. Penguatan Infrastruktur
Memperbaiki aksesibilitas ke destinasi wisata dengan pembuatan jalan dan moda transportasi alterntif (taksi air) untuk mengurangi kemacetan di jalur menuju destinasi wisata. Kemacetan telah lama menjadi permasalahan dan isu sentral dalam pariwisata Bali termasuk Badung. Situasi Ini juga menjadi pemicu pemindahan penggunaan moda transportasi dari roda 4 ke roda 2. Pembuatan kantong parkir, penambahan Wifi dan CCTV pada destinasi wisata juga menjadi prioritas untuk kenyamanan Wisatawan
2. Pengelolaan Lingkungan
Pengelolaan lingkungan terutama sampah juga merupakan hal strategis yang perlu tetap dikelola secara serius dan berkelanjutan. Keterlibatan semua pihak sangat diperlukan terutama perubahan mindset tentang bersih harus dimulai dari setiap individu krama Badung. Pemerintah hanya sebagai fasilitator dan regulator. SMSI mestinya dapat berperan banyak menjadi influencer bagi masyarakat untuk bertanggung jawab terhadap sampahnya. Mengedukasi masyarakat agar menerapkan salah satu unsur Tri Hita Karana, harmonisasi dengan alam dalam bentuk kesadaran untuk mengelola sampahnya dengan baik dan bertanggung jawab
3. Pemberdayaan Komunitas Lokal
Masyarakat tidak hanya disuruh menjaga kelestarian adat, budaya dan lingkungan tetapi juga diberi kesempatan bagi masyarakat lokal untuk terlibat dalam pengelolaan dan pemasaran pariwisata, serta menjaga keberlanjutan budaya lokal. Di Kabupaten Badung beberapa destinasi wisata sudah dikelola bekerja sama dengan desa adat setempat, namun masih perlu dikembangkan ke desa lain yang potensial
4. Peningkatan Kualitas Layanan
Kualaitas layanan mesti terus di-upgrade sesuai perkembangan wisata yang sangat dinamis. Menetapkan standar kualitas layanan yang konsisten untuk akomodasi, transportasi, dan atraksi wisata.
5. Pelatihan SDM
Meningkatkan kompetensi dan profesionalisme SDM pariwisata melalui pelatihan dan pengembangan SDM. Pemerintah mesti hadir dalam penguatan SDM lokal agar tidak menjadi penonton atau hanya bekerja pada grade bawah, tetapi secara perlahan melalui transfer knwolegdge mesti bisa bekerja pada manageman menengah dan puncak.
6. Pengembangan Produk Wisata
Mengembangkan produk wisata yang inovatif dan unik berbeda, serta memenuhi kebutuhan dan harapan wisatawan. Selama ini yang menjadi ikon memang harus tetap pariwisata budaya dan landscape alam, namun juga bisa dikembangkan untuk sport tourism dan healthy tourism.
7. Promosi Pariwisata yang Tepat Sasaran
Promosi Digital menggunakan media digital untuk menjangkau target pasar yang lebih luas. Kolaborasi yakni melakukan kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk media, influencer, dan lembaga wisata untuk meningkatkan promosi. Pengalaman wisata yang berkesan yakni menciptakan pengalaman wisata yang berkesan dan memuaskan bagi wisatawan. Dengan kekuatan Medsos pengalaman berkesan yang dibagikan di medsos akan juga menjadi sarana promosi yang ampuh.
8. Regulasi
Membuat peraturan yang jelas dan terukur untuk pengelolaan pariwisata, termasuk aktivitas wisata dan pengelolaan lingkungan. Fenomena saat ini jumlah wisatawan meningkat tapi okupansi akomodasi resmi tidak sesuai. Wisatawan malah menggunakan fasilitas tak resmi. Hal ini juga perlu dibuatkan regulasi agar semua pihak berjalan sesuai koridor aturan yang disepakati. (sar)









































