Beranda Berita Utama Bali Dekati Mandiri Energi Listrik, hanya 30 Persen Dipasok dari Pembangkit di...

Bali Dekati Mandiri Energi Listrik, hanya 30 Persen Dipasok dari Pembangkit di Jawa

ist

GATHERING – GM PLN UID Bali Nyoman Suwarjoni Astawa didampingi GM PT IP Bali IGAN Wardiana Yasa saat gathering dengan pemred serta wartawan di sebuah hotel di bilangan Sanur, Senin (23/12).

 

DENPASAR (BALIVIRAL NEWS) –

Bali mendekati mandiri energi listrik. Saat ini, dari 966 megawatt yang diperlukan saat beban puncak, hanya 30 persen dipasok dari jaringan bawah laut yang berasal dari pembangkit di Jawa.

Hal tersebut mengemuka saat acara gathering PLN Unit Induk Distribusi (UID) Bali dengan kalangan media, baik cetak, elektronik maupun online. Hadir pada kesempatan itu, GM PLN UID Bali Nyoman Suwarjoni Astawa, GM PT Indonesia Power Bali IGAN Wardiana Yasa, pejabat PLN lainnya serta puluhan pemred serta wartawan.

Menurut Suwarjoni, mayoritas kebutuhan energi listrik Bali sudah mampu dipenuhi dari produksi Bali. Listrik di Bali banyak dipasok oleh PT IP dan juga swasta yakni pembangkit listrik di Celukan Bawang.

Saat ditanya apakah tidak mungkin Bali memenuhi kebutuhannya sendiri tanpa pasokan dari Jawa? Menurut Suwarjoni, itu sangat memungkinkan. Hanya, katanya, pembangkit listrik di Bali harus menggunakan bahan bakar minyak (BBM) yang saat ini dihindari untuk menuju energi bersih. “Sangat mungkin, cuma ya harus menggunakan BBM,” tegasnya.

Sementara itu, Suwarjoni juga menegaskan hingga saat ini, masih ada sekitar 9.000-an kepala keluarga sudah menikmati listrik namun belum menjadi pelanggan PLN. KK ini, katanya, masih menumpang listrik di tetangga maupun tempat lainnya.

Apakah numpang listrik di tempat lain tak boleh? Menurut Suwarjoni, secara aturan memang dilarang. “Pelanggan listrik tak boleh menyalurkan listrik ke bangunan lainnya, apalagi sampai menjual,” katanya.

Jika ini dilakukan, katanya, harus mengantongi izin dari kementerian. “Selain itu, penyambungan listrik ke bangunan lainnya rawan dari sisi keselamatan karena banyak yang tersengat listrik akibat instalasi yang tidak layak,” katanya.

Baca Juga  Wagub Cok Ace: Penghargaan bagi Atlet dan Pelatih Berprestasi Tumbuhkan Semangat Tingkatkan Prestasi

Untuk meringankan beban warga yang ingin menjadi pelanggan PLN, katanya, pihak PLN memiliki program Bali galang. Dalam program ini, biaya penyambungan listrik bisa dicicil hingga 12 kali sehingga meringankan beban warga.

Editor Wes Arimbawa