bvn/hmkanti
QUALITY TOURISM – Direktur Utama BPR Kanti Made Arya Amitaba menerima audiensi Panitia Diskusi Nasional Quality Tourism didampingi Ketua SMSI Badung N. Sarmawa, Jumat (2/5/2025).
GIANYAR (BALIVIRALNEWS) –
Direktur Utama BPR Kanti Made Arya Amitaba memberi support penuh terhadap penyelenggaraan Diskusi Nasional Quality Tourism yang akan digelar Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Badung berkolaborasi dengan SMSI Provinsi Bali pada Selasa, 20 Mei 2025 mendatang. Dukungan ini disampaikan saat menerima audiensi Panitia Pelaksana Diskusi Nasional di kantor BPR Kanti Pusat di Batubulan Gianyar, Jumat (2/5/2025).
Hadir pada acara tersebut Ketua SMSI Badung I Nyoman Sarmawa bersama panitia pelaksana yang terdiri atas Ketua Nyoman Sunaya, Sekretaris Komang Purnama Sari, dan Bendahara Christavo Vinhas. Hadir juga perwakilan SMSI Provinsi Bali Wayan Gede Sumida.
Mantan Ketua Perbarindo Bali tersebut sepakat Bali harus mulai mengarah kepada quality tourism (pariwisata berkualitas) dibanding dengan mess tourism. Salah satunya karena daya dukung Bali yang terbatas sehingga mau tidak mau, suka tidak suka, Bali harus menuju pariwisata berkualitas.
Dia juga merasa prihatin terhadap kondisi wisatawan mancanegara yang datang ke Bali saat ini. “Berita yang lagi hangat, wisman banyak ke Bali tetapi tingkat hunian hotel malah turun. Mereka diduga banyak menempati kamar-kamar kos,” ujarnya.
Berikutnya, ujar Arya Amitaba, banyak wisman yang mengambil alih profesi masyarakat lokal. Di antaranya, ada yang menjadi guide, ada yang menyewakan motor. “Wisman ke Bali sudah tidak lagi sebagai wisatawan tetapi sudah mengambil alih pekerjaan masyarakat,” tegasnya.
Yang lain, ujarnya, banyak wisman yang melakukan tindakan-tindakan kriminal serta melakukan pelecehan terhadap simbol-simbol suci Hindu di Bali. Karena itu, ujar Made Arya Amitaba, perlu ada seleksi wisatawan untuk bisa ke Bali. Dia menunjuk warga yang ingin ke Australia atau ke negara lain harus memiliki jaminan. “Selain jaminan yang bertanggung jawab di negara tujuan, warga juga wajib memiliki jaminan dari segi finansial,” tegasnya.
Untuk Bali, katanya, sudah memiliki kekhasan dan keunggulan dari segi adat dan budaya. Karena itu, Bali harus bisa menjaga dan merawat adat dan budaya ini untuk tetap menjadi keunggulan Bali. “Adat dan budaya Bali unik, tidak ada di wilayah lainnya. Karena itu, harus dipertahankan dan dirawat dengan baik,” tegasnya.
Satu lagi, Made Arya Amitaba meminta Bali jangan ikut-ikutan latah mengembangkan destinasi atau atraksi wisata yang sudah ada di negara lain. Misalnya atraksi wisata di negara lain di-cloning dan dikembangkan di Bali. “Kalau di banyak negara ada, untuk apa mereka ke Bali lagi,” ujarnya sembari menegaskan, Bali cukup menjaga dan merawat adat budaya yang sudah berkembang dengan baik sehingga tetap menjadi keunggulan Bali.
Terkait diskusi nasional quality tourism ini, Made Arya Amitaba berharap bisa mendapatkan hal-hal yang kongkret atau riil terkait pariwisata Bali. Pariwisata berkualitas bisa dijabarkan secara kongkret sehingga menjadi acuan bagi stakeholder kepariwisataan. “Kami berharap ada hasil riil yang didapat dari diskusi nasional ini,” ungkapnya.
Diskusi nasional ini akan digelar Selasa, 20 Mei 2025 di Ruang Kertha Gosana Pusat Pemerintah (Puspem) Kabupaten Badung. Narasumber yang akan tampil Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Ni Luh Enik Ermawati atau populer dengan Luh Puspa, pengamat pariwisata Tantowi Yahya, praktisi yang juga Ketua PHRI Bali Tjok. Oka Artha Ardana Sukawati (Cok Ace), Bupati Badung Wayan Adi Arnawa, dan unsur akademisi Prof. I Nengah Dasi Astawa. (sar)









































