Beranda Badung News Banjir Sebabkan Air Keruh, Biaya Pengolahan di Perumdam Tirta Mangutama Dipastikan Melonjak

Banjir Sebabkan Air Keruh, Biaya Pengolahan di Perumdam Tirta Mangutama Dipastikan Melonjak

bvn/sar

AKSI PENGHIJAUAN – Dirut Wayan Suyasa memberi sambutan saat aksi penghijauan serangkaian HUT ke-49 Perumdam Tirta Mangutama di Kedonganan, Rabu (17/9/2025).

 

MANGUPURA (BALIVIRALNEWS) –

Musibah banjir yang menimpa sejumlah kabupaten dan kota di Bali termasuk Kabupaten Badung berdampak terhadap operasional pelayanan air minum. Air keruh dan serbuan sampah menyebabkan cost atau biaya pengolahan air baku pun melonjak.

Hal tersebut diungkapkan Direktur Utama Perumda Air Minum (Perumdam) Tirta Mangutama Kabupaten Badung Wayan Suyasa didampingi Dirum Made Sugita di sela-sela aksi penghijauan berupa penanaman 1.000 bibit mangrove serangkaian HUT ke-49 Perumdam di kawasan Wana Segara Kerthi Kedonganan, Rabu (17/9/2025). “Ya, biaya pengolahan air dipastikan meningkat,” ujarnya.

Suyasa memastikan, pelayanan air minum terganggu akibat dampak banjir. Hal ini karena air yang ada bercampur dengan banyak sampah yang menyebabkan proses pengolahan air baku menjadi terganggu. Yang paling bermasalah adalah sampah plastik kadang masuk ke mesin dan menempel pada jaring-jaring mesin. “Kadang kalau yang kecil masuk ke pompa Perumdam,” ujarnya.

Ini berdampak pada terganggunya pelayanan air minum di daerah selatan. Kenapa di daerah selatan? Hal ini karena memang yang terdampak adalah pengolahan di daerah selatan yaitu di Estuari Dam. “Langkah kami adalah melakukan pelayanan sosial lewat mobil tangki. Namun tidak semua bisa dilayani perumdam lewat mobil tangki.

Sampah ini, ujarnya, memang sangat mengganggu di pengolahan. Mesin memang tidak tergganggu, tetapi memang biaya yang dibutuhkan menjadi melonjak akibat banyaknya sampah dan kualitas air baku yang kekeruhannya besar. Proses pengolahannya pun memerlukan langkah-langkah dan beberapa tahapan.

Berapa peningkatan cost pengolahan akibat kekeruhan ini? Suyasa mengaku belum bisa memastikannya. “Hal ini karena kejadiannya baru, mungkin bulan berikutnya baru bisa diketahui dari lonjakan pembiayaan yang terjadi.,” tegasnya. (sar)

Baca Juga  Kasus Baru Covid-19 di Bali Bertambah 1.041, Kasus Sembuh Melonjak 1.912 Orang