Beranda Badung News Berharap Gaji Tak Dipotong, Puluhan Sopir KBS Datangi Ketua DPRD Badung

Berharap Gaji Tak Dipotong, Puluhan Sopir KBS Datangi Ketua DPRD Badung

ist

SOPIR KBS – Ketua DPRD Badung Putu Parwata menerima aspirasi dari sejumlah sopir KBS, di ruang kerjanya, Rabu (9/6/2021).

 

MANGUPURA (BALIVIRALEWS) –

Puluhan sopir mobil Krama Badung Sehat (KBS) yang ditempatkan di puskesmas pembantu (pustu) di setiap desa dan kelurahan di Badung, Rabu (9/6/2021) mendatangi Ketua DPRD Badung Dr. Drs. Putu Parwata MK, MM. Kedatangannya untuk meminta dukungan agar gaji yang mereka terima setiap bulannya tidak dipotong.

Selain gaji, kalangan sopir KBS juga berharap asuransi tenaga kerja yang diperolehnya saat ini masih tetap bisa berlanjut. Satu lagi, kalangan sopir KBS juga berharap insentif yang selama ini diterima tidak dipangkas.

Setelah menerima aspirasi kalangan sopir KBS, Ketua DPRD Badung Putu Parwata yang didampingi Ketua Komisi I DPRD Badung Wayan Regep menyatakan bisa memahami tuntutan pada sopir KBS tersebut. “Kami sepakat, Pemkab Badung harus berpihak kepada masyarakat kecil. “Jangan yang kecil malah hak-haknya dipangkas lagi,” tegas Parwata yang juga Sekretaris DPC PDI Perjuangan Badung tersebut.

Menurut politisi PDI Perjuangan asal Kuta Utara tersebut, para sopir KBS tersebut termasuk orang kecil. Yang sudah kecil jangan diperkecil lagi. “Pendapatan masyarakat kecil jangan dipotong lagi,” tegasnya.

Tak hanya gaji, Parwata pun sepakat pendapatan lain seperti insentif dan asuransi tenaga kerja pegawai kecil seperti sopir KBS ini tetap diberikan. “Mereka pegawai kecil namun mereka memiliki tanggungan keluarga dan kebutuhan-kebutuhan lainnya,” ungkapnya.

Bagaimana jika memang keadaan memaksa karena anggaran tak tersedia? Menjawab ini, pemilik fasilitas kesehatan dan institusi pendidikan ini menyatakan pemotongan agar dilakukan kepada pegawai maupun pejabat yang tergolong memperoleh pendapatan besar. “Yang besar harus rela dipotong pendapatannya, inilah yang namanya gotong royong,” katanya.

Baca Juga  Ditata untuk Edukasi Spritual, Gubernur Koster Tinjau Taman Gumi Banten dan Usadha Besakih

Pegawai dengan pendapatan besar, kata Parwata, harus ikut prihatin terhadap pegawai kecil atau rendah. Sebab dari dulu, pegawai besar kan sudah dapat banyak. “Ya yang besar dipotong, yang kecil jangan dipotong,” ujar Parwata.

Editor N. Sarmawa