Beranda Budaya Beri Edukasi, WHDI Kota Denpasar Kembali Gelar Pelatihan Banten Otonan Tumpeng Pitu

Beri Edukasi, WHDI Kota Denpasar Kembali Gelar Pelatihan Banten Otonan Tumpeng Pitu

bvn/hmden

PELATIHAN BANTEN – Ketua WHDI Kota Denpasar Ny. Sagung Antari Jaya Negara membuka Pelatihan Banten di Banjar Ketapian Kelod Sabtu (15/6).

 

DENPASAR (BALIVIRALNEWS) –

Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI) Kota Denpasar kembali menggelar pelatihan Banten Otonan Tumpeng Pitu yang kalu ini menyasar ibu-ibu Banjar Ketapian Kelod. Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Ketua WHDI Kota Denpasar, Ny. Sagung Antari Jaya Negara, pada Sabtu (15/6).

Turut hadir dalam kesempatan tersebut Ketua GOW Kota Denpasar Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa, Ketua DWP Kota Denpasar Ny. Ida Ayu Widnyani Wiradana, Camat Denpasar Timur Ketut Sri Karyawati, Ketua TP PKK Denpasar Timur Ida Ayu Karang Sujani Upawana, Lurah Sumerta I Wayan Eka Apriana, dan pengurus Banjar Ketapian Kelod.

Di sela-sela kegiatan, Ny. Sagung Antari Jaya Negara menjelaskan, pelatihan banten otonan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman tentang makna banten sesuai dengan sastra atau filsafat agama Hindu. Pelatihan ini direncanakan berlangsung secara bergiliran di seluruh banjar di Kota Denpasar.

Dalam pelatihan ini, lanjut Sagung Antari, peserta diajarkan cara membuat banten Otonan Tumpeng Pitu. Hal ini lantaran banten tersebut merupakan piranti upakara dasar yang sering dijumpai di masyarakat Hindu Bali.

“Melalui kegiatan ini, kami berharap keahlian ibu-ibu sekalian dapat disesuaikan dengan sastra atau filsafat agama Hindu, sehingga sesuai dengan pakem-pakem agama Hindu,” jelas Ny. Sagung Antari Jaya Negara.

Menurutnya, pelatihan ini penting karena mungkin belum semua memahami makna banten itu. Pelatihan ini diharapkan dapat memberikan penjelasan yang benar sehingga nantinya masyarakat bisa mengajarkan arti dan makna banten kepada generasi berikutnya. “Dengan kemasan yang menarik dan asik, anak-anak terutama generasi muda diharapkan akan suka membuat banten, terutama banten otonan yang digunakan dalam lingkungan rumah tangga,” ujarnya.

Baca Juga  Percepat Akses Keuangan Daerah, Pemkot Denpasar Gelar Rapat Pleno TPAKD

Salah satu narasumber Ni Wayan Sukerti menyampaikan, pelatihan ini mencakup pembinaan mulai dari cara matuasan, merangkai janur, hingga matanding sesuai dengan sastra agama Hindu. Ia menekankan pentingnya membuat banten Ayaban Tumpeng Lima sampai Sebelas dengan memperhatikan detail-detail tertentu seperti matur Ring Ratu Sanghyang Tapeni agar tidak ada yang terlupa.

Dikatakannya, adapun sarana yang digunakan termasuk banten kecil seperti tetukon yang berisi ituk-ituk isi tapak dara beras satu genggam, uang bolong 5, eteh-eteh daksina kecuali telur dan kelapa dan segehan kepel putih kuning canang serta arak dan berem.

Lurah Sumerta I Wayan Eka Apriana mengucapkan terima kasih kepada WHDI Kota Denpasar atas pelatihan ini. Ia menyatakan, pelatihan ini sangat bermanfaat bagi masyarakat karena mereka bisa membuat banten sekaligus memahami maknanya sesuai dengan sastra. “Semoga dari pelatihan ini bisa bermanfaat bagi masyarakat, khususnya warga Banjar Ketapian Kelod,” harapnya. (gie/hmden)

Hosting Indonesia