bvn/hmden
ATMA WEDANA – Wali Kota I Gusti Ngurah Jaya Negara bersama Wawali Arya Wibawa menghadiri Karya Atma Wedana dan Mapandes Kinambulan di Pemelisan Desa Adat Sesetan, Rabu (9/9).
DENPASAR (BALIVIRALNEWS) –
Desa Adat Sesetan kembali menggelar Karya Atma Wedana dan Mapandes Kinambulan secara masal. Pelaksanaan karya tersebut berlangsung di Pemelisan Desa Adat Sesetan, Rabu (9/9), dan diikuti ratusan krama, baik dari Desa Adat Sesetan maupun dari luar wilayah.
Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara turut hadir sekaligus ngayah nyangging dalam pelaksanaan upacara mapandes atau matatah masal tersebut. Sejak pagi, ratusan warga tampak memadati areal bale peyadnyan untuk mengikuti rangkaian prosesi upacara matatah kinambulan. Mapandes masal kali ini diikuti 138 peserta dengan melibatkan 21 orang sangging yang bertugas melaksanakan prosesi pengasahan gigi.
Selain Wali Kota Denpasar, karya tersebut juga dihadiri Wakil Wali Kota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa dan anggota DPRD Provinsi Bali I Gusti Ngurah Gede Marhaendra Jaya, Kepala Dinas Kebudayaan Kota Denpasar Raka Purwantara, Kabag Kesra Kota Denpasar I Putu Agus Jayadi, Camat Denpasar Selatan Kadek Hermanto dan tokoh masyarakat serta krama Desa Adat Sesetan.
Di sela-sela kegiatan, Wali Kota I Gusti Ngurah Jaya Negara mengatakan, ritual potong gigi atau mapandes merupakan salah satu rangkaian upacara Manusa Yadnya yang penting dilaksanakan bagi umat Hindu. “Mapandes wajib dilakukan ketika anak menginjak usia remaja atau sudah dewasa. Ritual ini bertujuan untuk mengendalikan enam sifat buruk manusia yang menurut agama Hindu dikenal dengan istilah Sad Ripu atau enam musuh dalam diri manusia,” ujar Jaya Negara.
Ia menjelaskan, Sad Ripu terdiri atas kama yakni sifat penuh nafsu indria, lobha sifat loba dan serakah, krodha sifat kejam dan pemarah, mada sifat mabuk atau kemabukan, matsarya sifat dengki dan iri hati, serta moha sifat kebingungan atau kesulitan dalam menentukan sesuatu.
Menurutnya, pelaksanaan upacara mapandes tidak hanya menjadi bagian dari kewajiban keagamaan, tetapi juga memiliki makna penting dalam membentuk kehidupan manusia agar mampu mengendalikan diri dan menjalani kehidupan secara lebih baik.
Lebih jauh, Wali Kota Jaya Negara juga menyampaikan, sebagai bentuk dukungan terhadap pelaksanaan karya tersebut, Pemerintah Kota Denpasar memberikan bantuan dana hibah Rp300 juta.
Bendesa Adat Sesetan I Made Sudarma menyampaikan, Desa Adat Sesetan telah memiliki program matatah atau mapandes masal yang dilaksanakan secara berkala. “Program ini sudah ada sejak lama dan dirancang setiap dua tahun sekali sebagai wujud sradha bhakti umat kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa, sekaligus sebagai bentuk kepedulian dan kebersamaan untuk membantu sesama umat di Desa Adat Sesetan,” ungkapnya.
Menurutnya, pelaksanaan matatah masal tersebut bertujuan membantu dan meringankan beban masyarakat, khususnya dalam pembiayaan pelaksanaan yadnya. Dengan dilaksanakan secara bersama-sama, masyarakat dapat menekan pengeluaran dalam melaksanakan kewajiban keagamaan.
Menariknya, pelaksanaan Karya Atma Wedana dan Mapandes Kinambulan ini tidak hanya diperuntukkan bagi warga Desa Adat Sesetan. Masyarakat dari luar Desa Adat Sesetan juga diberikan kesempatan untuk mengikuti rangkaian karya tersebut.
Untuk pelaksanaan mapandes, krama Desa Adat Sesetan dikenakan biaya Rp500 ribu per peserta, sedangkan peserta dari luar Desa Adat Sesetan dikenakan biaya Rp750 ribu. Untuk pelaksanaan Atma Wedana atau memukur, krama Desa Adat Sesetan dikenakan biaya Rp1 juta, sedangkan peserta dari luar Desa Adat Sesetan dikenakan biaya Rp3,5 juta.
Selain matatah masal, kata Made Sudarma, rangkaian Karya Atma Wedana kali ini juga diikuti 142 sawa. Lebih lanjut, pihaknya mengemukakan, pelaksanaan mapandes masal ke depan akan terus dilaksanakan secara rutin sebagai bagian dari program Desa Adat Sesetan.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kota Denpasar, khususnya Wali Kota Denpasar Jaya Negara, atas kehadiran dan dukungan berupa stimulan dalam pelaksanaan karya tersebut. “Semoga upacara ini bisa terus kami laksanakan untuk masyarakat ke depannya,” tandasnya. (wes/hmden)










































