Beranda Badung News Dewan Badung Minta Pemerintah Pusat Ikut Tangani Sampah Kiriman

Dewan Badung Minta Pemerintah Pusat Ikut Tangani Sampah Kiriman

bvn/r

Gusti Lanang Umbara

 

MANGUPURA (BALIVIRALNEWS) –

Presiden Prabowo Subianto menyetil penanganan sampah di Bali yang mengakibatkan pantai dikotori sampah. Hal itu disampaikan Presiden Prabowo dalam Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah di Sentul, Bogor, Senin 2 Januari 2025. Dalam tayangan slide, Presiden Prabowo menunjukkan sampah di pantai sejumlah kawasan di Kabupaten Badung, termasuk sampai di pantai Kuta.

Terkait hal ini, anggota DPRD Badung dari Fraksi PDI Perjuangan I Gusti Lanang Umbara turut merespons apa yang disampaikan Presiden ke-8 Republik Indonesia tersebut. Ia menilai, teguran tersebut adalah bukti kasih sayang dan perhatian Presiden terhadap Pulau Dewata.

“Kami mengucapkan terima kasih atas perhatian Bapak Presiden, atas kepedulian dan kecintaannya pada Pulau Bali. Teguran ini memacu dan mengingatkan kami semua untuk sadar menjaga kebersihan,” ujar Lanang Umbara.

Namun, di balik ucapan terima kasih tersebut, Lanang juga membeberkan realitas lapangan yang dihadapi pemerintah daerah terkait asal-usul sampah yang membanjiri pantai. Pada kesempatan itu, Lanang Umbara juga meluruskan bahwa tumpukan sampah yang kerap viral di media sosial bukanlah semata akibat kelalaian warga Bali. Berdasarkan data lapangan, mayoritas sampah di pesisir adalah sampah kiriman yang terbawa arus laut.

“Realita yang sesungguhnya, sampah-sampah yang jumlahnya ratusan bahkan ribuan ton itu, 80 persen adalah dari luar pulau Bali yang terdekat,” jelasnya.

Sampah tersebut, lanjut Lanang, dibuang ke sungai di wilayah lain, hanyut ke laut, dan terbawa angin muson. Saat angin musim barat, sampah menumpuk di pantai wilayah barat seperti Kuta, Kedonganan, dan Canggu. Sebaliknya, saat musim timur, sampah menyasar Tanjung Benoa.

Oleh karena itu, ia meminta agar fenomena sampah lintas wilayah ini menjadi perhatian serius (concern) Pemerintah Pusat. “Bali adalah pulau pariwisata, wajah Indonesia. Keindahan dan kebersihannya harus dijaga. Karena ini sampah lintas pulau, Pemerintah Pusat harus ikut turun tangan menanganinya,” tegasnya.

Baca Juga  Pemkab Badung Bentuk Satgas Penanggulangan Covid-19

“Karena ini agenda setiap tahunnya jadi harapan kami penyelesaian sampah di hulu yaitu di barat pulau Bali. Kalau di barat Pulau Bali tertangani masalah sampahnya dengan baik jadi pada saat angin barat tidak terlalu banyak sampah dari barat akan terbawa ke Pulau Bali.

𝗠𝗶𝗻𝘁𝗮 𝗣𝗲𝗻𝘂𝘁𝘂𝗽𝗮𝗻 𝗧𝗣𝗔 𝗦𝘂𝘄𝘂𝗻𝗴 𝗗𝗶𝘁𝘂𝗻𝗱𝗮

Mengingat volume sampah kiriman yang begitu besar, Lanang menyampaikan permohonan mendesak kepada Presiden Prabowo terkait infrastruktur pembuangan.

Ia meminta rencana penutupan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Suwung ditunda hingga fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) benar-benar beroperasi penuh. Hal ini krusial karena pemerintah daerah terbentur aturan dalam pengadaan alat secara mandiri.

“Kami memohon kepada Bapak Presiden untuk menunda penutupan TPA Suwung hingga PSEL beroperasi. Agar sampah-sampah (kiriman) tersebut sementara dapat dibuang ke sana, dikarenakan kami tidak diperbolehkan membeli mesin incinerator sendiri,” ungkap Lanang.

Tindak Tegas Pembuang Sampah

Lanang memastikan, Pemkab Badung telah bekerja keras menjaga kebersihan melibatkan TNI, Polri, desa adat, hingga ormas. Regulasi ketat pun sudah diterapkan. “Dari tingkat banjar sampai kecamatan, kami sudah melarang dan memberi sanksi tegas warga yang membuang sampah ke sungai,” katanya.

Ia berharap Presiden Prabowo juga menyerukan peringatan keras kepada seluruh warga negara Indonesia untuk tidak menjadikan sungai sebagai tempat sampah. “Ini perlu kesadaran kolektif seluruh rakyat Indonesia. Jangan buang sampah ke sungai, karena akan terbawa ke laut dan menyebar ke mana saja, termasuk mengotori Bali,” pungkasnya. (sar)