Beranda Berita Utama Diduga Sakit, Mahasiswa ISI Meregang Nyawa di Kamar Kos

Diduga Sakit, Mahasiswa ISI Meregang Nyawa di Kamar Kos

bvn4

Suasana di sekitar kos korban di Desa Sumerta Kaja Denpasar.

 

DENPASAR (BALIVIRALNEWS) –

Diduga sakit seorang pria berinisial KTK (21) asal Tampaksiring, Gianyar yang juga seorang mahasiswa di ISI Denpasar ditemukan meregang nyawa di kamar kos di Desa Sumerta Kaja, Denpasar, Senin (28/3) pukul 13.20 wita.

Kapolsek Dentim, Kompol Tri Joko Widiyanto dalam keterangan laporan tertulis menyampaikan, adapun kejadian berdasarkan dari keterangan beberapa saksi kakak korban pertama kali melihat korban di kamar Ni Wayan Sri Wahyuni. Pada hari Kamis, 24 Maret 2022, sekitar pukul 10.00 wita korban sempat mendatangi saksi (kakak korban ) ke kosnya yang jaraknya tidak jauh, kurang lebih 200 meter dari lokasi.

Saat itu keduanya membahas rencana persiapan untuk sembahyang di Besakih pada 30 Maret 2022. Kemudian pada Senin, 28 Maret 2022, sekitar pukul 13.00 wita, Sri Wahyuni menghubungi korban baik WA maupun telepon, akan tetapi tidak ada jawaban dari korban.

“Karena merasa curiga, saksi mendatangi kos korban dan membuka kamar kosnya. Saksi melihat muka korban berwarna biru dan mengeluarkan busa dari mulut. Saksi berteriak dan menangis hingga penghuni kos mendangar dan langsung mendatangi saksi dan melihat korban sudah dalam keadaan warna kulit muka dan mulut mengeluarkan busa,” paparnya, Senin (28/3) di Denpasar.

Saksi sebelah kamar korban Acen mengatakan, dua hari yang lalu beberapa teman korban pernah mendatang korban di kamar lantai II dan saksi melihat hubungan bersama temannya baik-baik saja. Mereka bercanda dan tertawa.

Kemuduan pada Sabtu, 26 Maret 2022, sekitar pukul 09.00 wita saksi mencium bau busuk dari kamar korban, akan tetapi saksi menganggap itu bau bangkai tikus.

Baca Juga  Putri Koster Jadi Narasumber Dalam "Talkshow" Bertajuk UMKM Bali Bangkit

Kemudian saksi melaporkan ke bawah memberi tahu penunggu kos yakni Mbak Nita bahwa di dekat kamar korban ada bau busuk, kemudian saksi meminta izin dengan penjaga kos untuk membersihkan beberapa (pigura lukisan ) yang ada di depan kamar korban karena saksi curiga jangan sampai ada bangkai tikus mati kemudian saksi memindahkan pigura tersebut ke kamar saksi.

Pada hari Senin, 28 Maret 2022, sekitar pukul 13.20 wita saksi berada di dalam kamarnya dan mendengar ada suara berteriak memanggil nama korban. Spontan saksi keluar kamar melihat kakak korban menangis histeris dan mengatakan meninggal.

Selanjutnya saksi teman atau pacar kuliah korban Ni Luh Candra, menyampaikan, pada malam hari Kamis, 24 Maret 2022, sekitar pukul 20.00 wita, sekitar 4 orang teman korban mendatang kos korban dan sempat minum minuman alkohol termasuk korban juga ikut minum.

Setelah itu teman korban membubarkan diri pukul 01.00 wita, kemudian pada hari Minggu saksi sempat menghubungi korban baik WA maupun telepon akan tetapi tidak dibalas.

Kemudian tadi siang saksi dihubungi oleh temennya bahwa korban meninggal dunia, kemudian saksi langsung menuju lokasi dan melihat saksi sudah dalam keadaan meninggal. “Pukul 13.50 wita tim Inafis Polresta tiba di lokasi dan melakukan olah TKP,” cetusnya.

Dirinya menambahkan, berdasarkan keterangan dari Tim Inafis Polresta Denpasar, korban meninggal dunia diduga akibat sakit serta banyak obat-obatan di kamar korban. (bvn4)