bvn/r
NVF 2025 – Nongan Village Festival (NVF) 2025 digelar 11-13 Oktober 2025 di Desa Nongan, Kecamatan Rendang, Karangasem.
AMLAPURA (BALIVIRALNEWS) –
Digelar mulai 11-13 Oktober 2025, Nongan Village Festival (NVF) 2025 menjadi ajang yang menggabungkan kreativitas, budaya, dan semangat kebersamaan generasi muda. Kegiatan ini diinisiasi oleh Sekehaa Teruna Sanjiwani Desa Nongan, Kabupaten Karangasem dengan mengusung tema “Sarasami – Satukan Rasa, Satukan Asa, dan Satukan Mimpi”.
Ditemui di sela-sela persiapan, Ketua Panitia NVF 2025, Kadek Arya Diva Saputra, Jumat (10/10) menjelaskan, tema “Sarasami” mencerminkan tekad pemuda Desa Nongan untuk memperkuat identitas budaya sekaligus menjadikan kegiatan ini sebagai wadah ekspresi dan kolaborasi lintas generasi.
Pada hari pertama, festival akan dibuka dengan lomba Gamelan Baleganjur Ngarap, yang diikuti oleh sembilan perwakilan dari berbagai kabupaten dan kota di Bali. Lomba ini menjadi magnet utama karena menampilkan kekuatan musikal dan kekompakan para sekeha teruna dalam memainkan instrumen tradisional dengan gaya khas daerah masing-masing. Irama gong baleganjur yang membangkitkan semangat dipastikan akan menjadi pembuka yang megah bagi NVF 2025.
Memasuki hari kedua dan ketiga, pengunjung akan dimanjakan dengan pesta kuliner (UMKM) khas Bali yang menampilkan berbagai hidangan tradisional yang menggugah selera serta pameran potensi dimiliki Desa Nongan. Selain itu, pementasan musik dan hiburan rakyat juga akan turut meramaikan suasana malam hari. Sejumlah penyanyi top Bali, di antaranya AA Raka Sidan, Ocha Putri, Agung Ketut Rai, Keroncong Janggar dan lainnya dijadwalkan tampil untuk menghibur masyarakat dengan lagu-lagu bernuansa Bali modern dan etnik.
Menurut Arya Saputra, NVF 2025 menjadi simbol penyatuan energi kreatif pemuda dan pemudi Desa Nongan. “Kami ingin menunjukkan, seni dan budaya bukan hanya warisan masa lalu, tetapi juga sumber inspirasi bagi masa depan. Melalui festival ini, kami berharap lahir semangat baru bagi generasi muda untuk terus mencintai dan melestarikan budaya Bali,” ujarnya.
Perbekel Desa Nongan I Wayan Daging menyampaikan dukungannya terhadap pelaksanaan NVF 2025. Ia menilai, kegiatan ini memiliki nilai strategis dalam memperkuat identitas budaya lokal.
“Festival ini menjadi ruang bagi anak muda untuk menyalurkan potensi dan kreativitasnya, sekaligus memperkuat rasa cinta terhadap seni dan budaya Bali. Ini juga sejalan dengan upaya desa dalam melestarikan nilai-nilai tradisi yang mulai tergerus oleh perkembangan zaman,” ungkapnya.
Ungkapan senada dari Bendesa Adat Nongan, I Gusti Ngurah Indra Kecapa. Dia menegaskan pentingnya keberlanjutan NVF sebagai ajang promosi potensi Desa Nongan yang kaya akan tradisi dan keindahan alam. “Masih banyak potensi budaya dan wisata di Nongan yang belum dikenal masyarakat luas. Melalui NVF, kami ingin memperkenalkannya kepada publik agar Nongan bisa menjadi salah satu destinasi budaya unggulan di Karangasem,” jelasnya.








































