Beranda Another Region News Digitalisasi Pembayaran dengan QRIS, KPw BI Bali Apresiasi Bea Cukai Ngurah Rai

Digitalisasi Pembayaran dengan QRIS, KPw BI Bali Apresiasi Bea Cukai Ngurah Rai

ist

KONTER PELAYANAN – Wagub Bali didampingi Kepala KPw BI Bali Trisno Nugroho meninjau konter-konter pelayanan Bea Cukai dalam menerapkan digitalisasi pembayaran lewat QRIS, Selasa (26/10).

 

MANGUPURA (BALIVIRALNEWS) –

Kepala Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Provinsi Bali Trisno Nugroho memberikan apresiasi kepada Bea Cukai (BC) Ngurah Rai Bali karena sudah melakukan digitalisasi pembayaran dengan QRIS. Hal tersebut diungkapkannya saat me-launching digitalisasi pembayaran BC lewat QRIS di Kantor Pengawasan dan Pelayanan BC Ngurah Rai, Selasa (26/10).

Selain Trisno Nugroho, launching digitalisasi pembayaran lewat QRIS di Bea Cukai Ngurah Rai dihadiri Wagub Bali Cok. Ace, anggota Komisi XI DPR RI Gusti Agung Rai Wirajaya, Kakanwil DJBC Bali, NTB, dan NTT Susila Brata, Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan BC Ngurah Rai, serta pejabat Otoritas Bandara Putu Eka Cahyadi, dan dari pihak Bank Mandiri.

Di lingkungan BC, ujar Trisno Nugroho, BC Ngurah Rai merupakan institusi yang pertama menerapkan pembayaran lewat QRIS. Selanjutnya dia berharap, pembayaran lewat QRIS bisa digetoktularkan ke BC lainnya di NTB dan NTT selanjutnya di BC seluruh Indonesia, instansi lainnya seperti perpajakan, sektor swata serta sektor publik yang dikelola pemerintah daerah. “Bali relatif lebih cepat melakukan digitalisasi pembayaran,” tegas pejabat asal Cilacap tersebut.

Trisno Nugroho

Digitalisasi pembayaran, tegasnya, merupakan sebuah keniscayaan. Ini tak bisa dihindari. Selain mempermudah transaksi, menghindari uang palsu, tidak perlu mencari kembalian yang biasanya sulit, digitalisasi pembayaran lewat QRIS mampu menghindari kerumunan serta memegang fisik uang yang berpeluang menularkan covid-19. “Karena itu, digitalisasi ini mau tidak mau harus mulai dibiasakan,” tegas mantan KPw BI DKI Jakarta tersebut.

Baca Juga  Peringati Hari Kemerdekaan, ST Satria Dharma Yowana Gelar Lomba Layangan

Pada kesempatan tersebut, Trisno Nugroho juga memastikan, QRIS tak hanya bisa dilakukan di Indonesia. Lewat kerja sama dengan sejumlah negara, QRIS bisa digunakan untuk bertransaksi antarnegara, seperti dengan Cina dan Thailand.

Senada dengan Trino Nugroho, anggota Komisi XI DPR RI Rai Wirajaya juga memberikan acungan jempol terhadap Bea Cukai khususnya yang di Ngurah Rai. BC Ngurah Rai, dinilai sudah menjadi pelopor penggunaan QRIS.

Mengenai perkembangan QRIS, ujar politisi asal Peguyangan Denpasar Utara tersebut, Bali telah menduduki peringkat III di Indonesia berdasarkan persentase penggunaan. Penggunaan QRIS, ujarnya, dipastikan sesuai dengan upaya pencegahan covid-19 terutama menghindari kontak langsung.

Sementara itu, Kakanwil DJBC Bali NTB dan NTT Susila Brata mengakui, sebagai institusi yang mengumpulkan penerimaan negara lewat bea masuk serta cukai-cukai, senantiasa mencari inovasi dalam hal transaksinya.  Hal ini untuk menciptakan kemudahan pelayanan jika masyarakat akan melakukan pembayaran. Sejak awal menerima pembayaran tunai, kemudiaan lewat EDC maupun ATM, kini dengan QRIS. “Dengan teknologi QRIS, masyarakat kian mudah melakukan pembayaran. Selain itu, perlancar pelayanan dan mengurangi sentuhan fisik,” tegasnya.

Sementara itu Hendra Wahyudi, pejabat Bank Mandiri yang hadir saat launching mengungkapkan ada dua jenis QRIS, yakni QRIS dinamis dan QRIS statis. Dengan QRIS, dipastikan transaksi akan lebih mudah dan pelayanan pun bisa lencar.

Setelah melakukan launching penggunaan secara resmi, Wagub dan seluruh undangan melakukan peninjauan ke konter-konter pelayanan BC. Di tempat ini, undangan memperoleh simulasi mengenai penggunaan QRIS. (sar/bvn)