bvn/dok
I Wayan Puspa Negara, SP, M.Si.
MANGUPURA (BALIVIRALNEWS) –
Ketua Fraksi Gerindra DPRD Kabupaten Badung Wayan Puspa Negara, SP, M.Si, menyambut positif langkah Bupati Badung yang membentuk Tim Terpadu Optimalisasi Pendapatan Daerah (TOPD) untuk meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD). Hal itu diungkapkannya saat dihubungi Baliviralnews.com di kediamannya bilangan Legian, Kuta, Kamis (19/6/2025).
“Kami menyambut positif langkah Bupati Adi Arnawa membentuk TOPD untuk meningkatkan pendapatan daerah,” ujar politisi Partai Gerindra yang kini duduk di Komisi I DPRD Badung tersebut.
Walau begitu, ujarnya, ada langkah revolusioner yang bisa dilakukan dan dipastikan bisa lebih efektif dan memberikan hasil yang mendekati objektif. Langkah tersebut yakni melibatkan perguruan tinggi di seluruh Bali untuk menjadi surveyor terkait kalangan pengusaha yang ada di berbagai sektor di Badung.
Menurutnya, surveyor akan menghasilkan data wajib pajak sehingga ada database untuk wajib pajak hotel, restoran, hiburan dan wajib pajak lainnya. Setelah ditemukan data wajib pajak didata lagi mana wajib pajak yang sudah mengantongi izin dan mana wajib pajak yang belum mengantongi izin. “Lanjut pendataan wajib pajak yang sudah mengantongi NPWPD dan mana yang belum,” ujarnya.
Ketika sudah ada data akurat melalui tim surveyor dari perguruan tinggi ini, Bapendalah yang melakukan tindak lanjut dengan memberi pendampingan dan asistensi kepada WP-WP untuk membuat NPWPD. “Mereka perlu pendampingan dan asistensi dalam pembuatan NPWPD. Pengusaha yang belum mengantongi izin perlu membuat pakta integritas,” ujarnya sembari memastikan langkah ini akan efektif untuk menjaring potensi-potensi pajak di Kabupaten Badung.
Dia memprediksi dari data lapangan, saat ini wajib pajak yang sudah terjaring di Badung mencapai 55 sampai 60 persen. “Sisanya tentu saja potensi besar untuk meningkatkan pendapatan daerah,” tegasnya lagi.
Pada 2025 ini, kata Puspa Negara, PAD Badung ditarget Rp 9,8 triliun dari APBD Rp 10,7 triliun. “Dengan upaya ini, kami optimis PAD Badung bisa meningkat menjadi Rp 12 triliun,” tegasnya. (sar)









































