bvn/sar
CENDERAMATA – Dirut BPRKanti Made Arya Amitaba menyerahkan cenderamata kepada Rektor UNHI Prof. I Made Damriyasa saat kegiatan family gathering, Sabtu (19/7/2025).
DENPASAR (BALIVIRALNEWS) –
BPRKanti yang berkantor pusat di bilangan Batubulan Gianyar, Sabtu (19/7/2025) menggelar family gathering dengan menghadirkan sekitar 500 orang. Mereka berasal dari karyawan BPRKanti plus suami atau istri serta anggota keluarga lainnya. Family gathering ini juga menghadirkan direksi dan keluarga serta pemegang saham beserta keluarganya.
Acara yang digelar di aula Taman Asoka Unhi Denpasar tersebut mengangkat tema “Color Up Your Spirit, Light Up Your Happiness”. Puncak acara ini juga diisi dengan penganugerahan KAFAYA yakni Kanti Family Youth Award. Sebuah bentuk apresiasi kepada anak-anak karyawan yang menunjukkan prestasi. Tidak hanya dalam bidang akademik, tetapi juga dalam pengembangan soft skills, kepemimpinan, seni, dan olahraga.
Tak hanya itu, acara ini juga menjadi momen pemberian tunjangan (beasiswa) pendidikan kepada seluruh anak-anak karyawan dari TK hingga perguruan tinggi sebagai bentuk komitmen perusahaan terhadap pembangunan sumber daya manusia sejak dini.
Dihubungi di sela-sela acara, Dirut BPRKanti Made Arya Amitaba mengungkapkan, acara ini digelar di UNHI Denpasar karena banyak pesan moral yang ingin disampaikan. “Pertama, pendidikan yang tidak sekadar ilmu pengetahuan. Namun bagaimana meningkatkan kecerdasan. Suksesnya program sangat dipengaruhi oleh kecerdasan dan kecerdasan itu lebih besar (sekitar 80 persen, red) melalui emosional dan spiritual pation, sementara intelegensia hanya 20 persen,” ungkapnya.
Made Arya Amitaba menegaskan sikapnya untuk mendukung pendidikan karyawannya untuk menjadi sarjana. “BPRKanti menyambut positif program pemerintah satu keluarga satu sarjana dan kami sudah mendata karyawan-karyawan yang siap untuk menjadi sarjana dan SKS-nya dibiayai oleh BPRKanti,” katanya.
Dengan program pemerintah ini, pihaknya tidak terlalu banyak men-support dan sangat bermanfaat dalam meningkatkan strata pendidikan yang belum sarjana akan menjadi sarjana. “Ini akan menjadi motivasi bahwa anak-anak karyawan wajib minimal tingkat pendidikannya setara dengan orangtuanya dan orangtuanya memiliki motivasi tinggi juga bagaimana berupaya anak-anaknya mengenyam pendidikan setingkat sarjana,” ungkap direktur utama yang tak henti-hentinya berinovasi ini.
Saat ini, katanya, ada sekitar 40 karyawan yang akan menuntut ilmu di perguruan tinggi untuk memperoleh gelar sarjan (S1). Ini sudah diinvetarisir, untuk sarjana ada 26 melalui pendidikan normal maupun yang namanya RPL pendidikan lampau. “Pengalaman bekerja dikonsolidasikan sehingga perlu menambah beberapa semester dan sudah layak menyandang sarjana,” tegasnya lagi.
Sebelumnya, Rektor UNHI Prof. Dr. drh. I Made Damriyasa, MS, memberikan peluang kepada BPRKanti untuk mendukung karyawannya melanjutkan pendidikan sarjana setara S1. Khusus untuk karyawan BPRKanti, dia pun mengajukan sejumlah program studi yang sesuai seperti S1 Manajemen dan S1 Akuntansi. “Program ini tentu tidak akan memberatkan perusahaan karena sebagian beban sudah ditanggung Pemprov Bali dengan program satu keluarga satu sarjana,” katanya. (sar)










































