ist
BONUS – Gubernur Wayan Koster menyerahkan bonus kepada atlet peraih medali di PON XX dan Perpanas XVI tahun 2021 di Papua.
DENPASAR (BALIVIRALNEWS) –
Sebagai bentuk apresiasi kepada para atlet yang berprestasi peraih medali di PON XX dan Perpanas XVI tahun 2021 di Papua sehingga Bali berhasil menduduki peringkat kelima dari 34 provinsi, Gubernur Bali Wayan Koster menyerahkan bonus. Selain kepada atlet, bonus juga diberikan kepada pelatih, ketua kontingen dan ketua pelatda.
‘’Astungkara peringkatnya tercapai dari posisi keenam (PON 2016, red) menjadi kelima. Tapi emasnya kurang lagi 2 dari target 30 tercapai 28. Tapi melihat upaya yang dilakukan untuk mendapat 28 medali emas, sebenarnya pencapaiannya sudah merupakan prestasi terbaik. Karena jumlah cabang yang dipertandingkan berkurang dibandingkan cabang sebelumnya. Artinya persaingannya semakin ketat, belum lagi pertandingannya di Papua,’’ ujar Gubernur Koster saat acara penyerahan penghargaan kepada atlet, pelatih, ketua kontingen dan ketua pelatda PON XX Papua 2021 dan Pekan Paralimpik Nasional (Perpanas) XVI Papua 2021 di halaman Kertasabha, Selasa (Anggara Wage Sinta) 29 Maret 2022.
Penyerahan bonus dari dana APBD Semesta tahun 2022 dengan total Rp36 miliar ini dihadiri Pangdam XI Udayana, Kapolda Bali, Ketua DPRD diwakili Ketua Komisi IV DPRD Bali, Ketua KONI Bali yang lama dan yang baru terpilih, pengurus KONI, para atlet berprestasi di PON Papua dan pelatih, ketua kontingen dan ketua pelatda.
Lebih lanjut, Gubernur Koster mengatakan, walau target medali emas kurang lagi 2 namun yang utama adalah bisa mencapai peringkat kelima dan bisa mengalahkan Jawa Tengah, Yogyakarta dan Banten. ‘’Yang saya tahu dari segi fasilitas sarana prasarana keolahragaan jauh lebih maju. Kalau melihat Bali jauh tertinggal dalam bidang sarana olahraga,’’ ucapnya.
Oleh karena itu, Gubernur asal Desa Sembiran Buleleng ini menegaskan nanti pada tahap berikutnya yang akan menjadi prioritasnya adalah meningkatkan kualitas fasilitas sarana prasarana olahraga. Gubernur mengungkapkan, tiga setengah tahun kepemimpinannya masih fokus di adat, budaya, infrastuktur dan juga ekonomi yang sudah berjalan dan di akhir 2022 sudah mulai terlihat hasilnya. Baik pembangunan infrastruktur maupun juga pembangunan dalam bidang adat, seni budaya dan kearifan lokal, termasuk recovery ekonomi akibat pandemi covid-19 yang menimpa kita dan seluruh dunia yang membuat pariwisata terpuruk mengakibatkan lumpuhnya ekonomi Bali karena Bali 54 persen bergantung dari sektor pariwisata.
‘’Ini merupakan satu apresiasi, saya paham kalau dibandingkan daerah lain ini kecil. Tapi jangan dilihat kecilnya tapi lihatlah dalam kondisi seberat ini kita masih bisa memberikan penghargaan. Saya berkomitmen ke depan, saya menyadari penuh bahwa olahraga ini bagian penting dari upaya kita membangun Bali. Saya di DPR di Komisi X membidangi olahraga, membuat undang-undang tentang keolahragaan termasuk juga regulasi yang berkaitan dengan keolahragaan untuk memberi perhatian penghargaan kepada para atlet, pelatih maupun juga mantan atlet yang berprestasi,’’ ujarnya.
‘’Karena itu, di Bali pun akan menjadi perhatian saya. Olahraga akan dijadikan sebagai perhatian serius pada tahap berikut ini. Karena olahraga buat Bali tidak saja untuk kepentingan memajukan olahraga membawa nama Bali semakin harum, tapi yang utama kita juga akan mendorong olahraga ini sebagai basis memajukan kepariwisataan di Provinsi Bali yaitu sport tourism,’’ sambungnya.
Itulah sebabnya, Gubernur sedang menyiapkan satu konsep untuk membangun keolahragaan di Provinsi Bali. Tentu kita harus memiliki strategi yang tepat, peta yang tepat, cabag-cabang olahraga mana yang paling betul-betul berpotensi untuk memberi penghargaan dan mendapatkan piala. Kita akan fokus kesitu supaya Bali bentul-betul memiliki cabang olahraga unggulan yang tidak bisa dilawan oleh siapa pun juga. Tapi tidak akan mengabaikan yang lain, tetap akan bangun tapi ada prioritas dan ada keseimbangannya supaya ke depan kita di dalam pertarungan percaturan keolahragaan event nasional dan internasional bisa menyuguhkan satu prestasi yang terbaik.
‘’Saya sangat bangga di luar perhitungan ternyata pada PON Papua Bali bisa mencapai peringkat kelima. Terimakasih kepada Pak Ketut Suwandi sebagai ketua KONI beserta pengurus, pelatih, atlet dan para pendukung semua sehingga bisa mencapai prestasi yang terbaik ini,’’ ucapnya.
Namun ini tantangan, karena mempertahankan dalam PON akan datang tidak gampang, harus dari sekarang ketua KONI Bali terpilih dengan pengurusnya semua segera terbentuk supaya mulai kerja berstrategi dan saya akan ikut nimbrung. ‘’Saya berharap kita akan memiliki suatu strategi yang lebih efektif untuk meraih pencapaian prestasi yang terbaik,’’ pungkasnya.
Sementara itu, Kadisdikpora Provinsi Bali Boy Jayawibawa sebelumnya melaporkan kontingen Bali pada PON Papua 2021 mengirim 235 atlet dan 139 pelatih. Dari 235 atlet yang berlaga terdapat 152 atlet yang berhasil memperoleh medali baik dari ajang beregu maupun perorangan dengan total 106 medali terdiri dari 28 emas, 25 perak dan 53 perunggu. Dengan perolehan tersebut maka kontingen Bali menempati peringkat V dari 34 provinsi.
Bali juga mengirim 38 atlet dan 9 pelatih di Perpanas XVI tahun 2021 di Papua. Dari 38 atlet terdapat 21 atlet yang berhasil memperoleh 35 medali. Dari 35 medali terdiri dari 11 emas, 14 perak dan 10 perunggu dengan perolehan tersebut maka kontingen Bali menempati peringkat 11 dari 34 provinsi.
Dua atlet atas nama Komang Arif Adiputra dari atlet pencak silat dan Iwan Cahyadi dari atlet Tolak Peluru dan Lempar Cakram Putra mewakili rekan atlet menyampakan terima kasih kepada Gubernur Bali Wayan Koster yang telah memberikan penghargaan bonus dan berharap para atlet Bali lebih bersemangat berlatih dan pada PON nanti lebih banyak lagi menyumbangkan medali. (sar/bvn)









































