Beranda Another Region News Hadirkan Putri Koster, DPD PDI Perjuangan Bali Gelar Workshop Kreativitas Mendesain Endek...

Hadirkan Putri Koster, DPD PDI Perjuangan Bali Gelar Workshop Kreativitas Mendesain Endek Bali dengan Teknik Digital dan Harmoni Pewarnaan

sar

WORKSHOP – Ketua Dekranasda Bali Ny. Putri Suastini Koster bersama dua narasumber workshop Nyoman Sudira dan Made Gunawan serta moderator workshop yang juga pengurus DPD PDIP Bali Ketut Suryadi.

 

DENPASAR (BALIVIRALNEWS) –

DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali, Minggu (6/6/2021) menggelar workshop Kreativitas Mendesain Endek Bali dengan Teknik Digital dan Harmoni Pewarnaan. Acara yang menampilkan Ketua Dekranasda Bali Putu Putri Suastini Koster tersebut digelar serangkaian HUT ke-48 PDI Perjuangan serta Bulan Bung Karno.

Workshop ini digelar, ujar Koordinator Lomba Desain Kreatif Motif Endek Bali Ketut Suryadi, untuk mematangkan pengetahuan dan skill atau keterapilan peserta lomba dalam hal desain dan pewarnaan endek Bali. “Pada saat lomba, banyak peserta yang belum memahami teknik desain digital dan harmoni pewarnaan yang baik. Karena itulah, digelar workshop ini sehingga para perajin khususnya di produksi endek Bali memiliki pemahaman soal desain dan pewarnaan,” ujar Suryadi.

Ny. Putri Koster

Lomba yang dimulai sejak awal Mei tersebut, katanya, memunculkan tiga peserta terbaik di tiap kabupaten. Semua peserta yang berjumlah 27 peserta masuk alam grand final di tingkat provinsi. “Dari 27 peserta ini dicari 3 pemenang dan satu peserta favorit,” tegasnya.

Kegiatan yang digelar partai besutan Megawati Soekarnoputri ini untuk menindaklanjuti Pergub serta SE pemakaian busana berbahan endek setiap Selasa. “Selain itu, kegiatan ini juga menindaklanjuti program Nangun Sat Kerthi Loka Bali yang digagas Gubernur Koster,” tegas Suryadi.

Selain Ketua Dekranasda Bali Ny. Putri Suastini Koster, workshop juga menampilkan pakar motif endek Bali Nyoman Sudira dan pakar pewarnaan Made Gunawan. Acara ini dihadiri 102 peserta namun tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat karena setiap peserta wajib mengikuti rapid test antigen dengan hasil negatif.

Baca Juga  Pj. Gubernur Mahendra Jaya Ingatkan Penggunaan Dana DIPA dan TKD Sesuai Prioritas dan Fokus pada Hasil

Ketua Dekranasda Bali Ny. Putri Suastini Koster pada kesempatan itu menyatakan, bicara soal endek, berarti bicara soal warisan leluhur. Endek, ujarnya, sudah turun-temurun diproduksi di Bali. Ada tiga pihak yang terlibat dalam produksi tenun ini yakni seniman yang mendesain, seniman yang mewarnai dan ketiga penenunnya. “Ini harus kita syukuri karena ketiganya kita miliki,” ujar seniman multitalenta tersebut.

Namun, ujar Putri Suastini Koster yang juga Ketua TP PKK Bali tersebut, karena kita salah mengarahkan diri dan tidak menanamkan tanggung jawab pada diri bagaimana cara melestarikannya, sampai saat ini songket dan endek sedang terjajah di tanah kelahirannya sendiri. “Itu yang terjadi,” tegas perancang Festival Seni Bali Jani tersebut.

Karenanya, kita memerlukan sistem yang tepat untuk menjaga dan melestarikannya. Salah satunya, ujarnya, harus ada regenerasi. Untuk itu, Putri Koster menyambut baik para peserta workshop ini sebagian kalangan muda. “Harus anak muda agar proses regenerasi bisa berjalan,” katanya.

Menurut Putri Koster, kalangan tua akan membagikan ilmu dan skill sementara kalangan muda yang akan mengembangkannya. Ke depannya motif-motif dan teknik pembuatan tenun endek harus mengikuti perkembangan zaman. Misalnya bagaimana menggunakan teknologi dalam pengembangan tenun ikat Bali ini. Digitalisasi akan menciptakan motif-motif endek yang bisa menjadi kebanggaan bagi kita.

Selain itu, tegasnya, kain tenun merupakan limited edition. Jangan coba-coba kita jadikan dia mass product (produk masal). Karena seringnya kita bikin seragam beribu-ribu meter, perajin kewalahan akhirnya diproduksi besar-besaran lewat pabrik. Dia mencontohkan kain tenun NTT diproduksi besar-besaran di daerah Jawa, demikian juga dengan kain tenun Palembang. “Kita tidak ingin kain tenun Bali juga bernasib seperti itu,” katanya.

Baca Juga  GNPIP Balinusra 2023: Sinergi dan Inovasi Ketahanan Pangan Melalui Penguatan Kelembagaan dan Digitalisasi

Pada kesempatan itu, Putri Koster meminta ada sinergi antara perajin dengan dinas terkait seperti Dinas Koperasi serta Dinas Perindustrian dan Perdagangan. Dengan demikian, produksi dan pemasaran produk bisa berjalan beriringan.

Putri Koster berharap, langkah pertama yang dipikirkan adalah bagaimana caranya produk tenun endek Bali dihargai dan digunakan oleh masyarakat Bali sendiri. Setelah itu, barulah berpikir produk kita bisa digunakan orang luar termasuk untuk ekspor.

Pada kesempatan itu, Putri Koster menyayangkan banyak warga Bali yang menggunakan pakaian bekas impor yang dijual di sejumlah lokasi. Salah satunya di Pasar Kodok Tabanan. Selain karena sampah, jelas pakaian bekas tersebut sangat berpeluang mengandung kuman virus seperti corona maupu HIV. “Bisa saja ketika pemilik sebelumnya terpapar HIV, virus tersebut juga masih menempel di pakaian,” katanya.

Sementara dua narasumber yang hadir memberikan materi langsung disertai praktik dan contoh-contoh. Para peserta pun dipastikan bisa mendapatkan tambahan keterampilan terutama dalam hal desain dan pewarnaan untuk lebih memberikan daya tarik pada kain tenun endek Bali ini.

Editor N. Sarmawa