bvn/sar
TALKSHOW – Hari keenam PQN 2023 salah satunya diisi dengan talkshow “SNAP: Melangkah Menuju Indonesia Digital” yang menampilkan tiga narasumber, Sabtu (19/8/2023).
DENPASAR (BALIVIRALNEWS) –
Hari keenam Pekan QRIS Nasional (PQN) 2023, Sabtu (19/8/2023) diisi dengan sejumlah kegiatan. PQN 2023 yang digelar di Living World Denpasar tersebut diisi sejumlah acara seperti talkshow I “SNAP: Melangkah Menuju Indonesia Digital”, Talkshow II “Transformasi Digital Lembaga Keuangan Mikro”, Lomba Karaoke, Neon Night Run 5K, dan Konser Gebyar QRIS Merah Putih dengan guest star Project Pop.
Talkshow I “SNAP: Melangkah Menuju Indonesia Digital” menghadirkan tiga narasumber yakni Dudi Dermawan Saputra dari KPw BI Bali, Tata Martadinata dari Asosiasi Pembayaran Indonesia, serta Ado Prasadana perwakilan dari Bank BNI. Ketiganya memberikan paparan terkait SNAP serta sistem pembayaran digital yang memberikan banyak keuntungan bagi pemakainya.
Menurut Dudi, SNAP merupakan interkoneksi antaraplikasi. Intinya, memudahkan untuk transaksi antaraplikasi. Contohnya, kalau kita datang ke sebuah minimarket, kemudian kita beli sesuatu membayar pakai e-money, kemudian pedagangnya memberikan EDC. “Komunikasi antara e-money dan EDC itulah yang disebut menggunakan SNAP,” ujarnya sembari menambahkan, semuanya sudah distandardisasi.
Lantas apa keunggulannya? Menurutnya, lebih aman dan lebih efisien. “Dipastikan lebih aman dan sudah pasti lebih efisien.” tegasnya lagi.
Talkshow tersebut mendapat atensi tinggi dari peserta yang berasal dari kalangan GenBI dari sejumlah universitas di Bali, serta utusan dari lembaga keuangan baik bank maupun non-bank. Mereka banyak menggali keunggulan, memaparkan fenomena yang ada, hingga sejumlah kasus yang terjadi terkait penggunaan QRIS.
Salah satu peserta mempertanyakan antisipasi penipuan terhadap penggunaan QRIS salah satunya yang terjadi pada sebuah kotak amal di sebuah masjid. Pelaku mengganti barkode QRIS sehingga sumbangan dana dari umat justru dinikmati oleh pelaku. Hal ini juga berpeluang terjadi pada pelaku usaha ketika tidak ngeh barkodenya diganti orang yang tak bertanggung jawab.
Dudi Darmawan Saputra tak menampik kasus penipuan seperti ini. Dia justru menguraikan awal mula kasus tersebut terungkap. Pelaku mampu mengantongi dana amal tersebut hingga Rp 60 juta per hari. Untuk menghindari kasus ini terulang, tegasnya, pastikan barkode tak diganti oleh orang yang tak bertanggung jawab.
Untuk menghindari kasus seperti ini, tambah Ado Prasadana, pihak bank sudah memunculkan nama merchan pada QRIS. “Ini salah satu antisipasi sehingga kasus penipuan dengan penggantian barkode bisa dihindari,” katanya.
Terkait banyak warga yang gaptek teknologi berpeluang menghambat pemanfaatan transaksi secara digital, Tata Martadinata dari Asosiasi Pembayaran Indonesia menyatakan memerlukan fasilitasi dari kalangan muda yang saat ini sangat familiar dengan teknologi. “Ya memang harus difasilitasi karena digitalisasi sebuah keniscayaan,” tegasnya. (sar)









































