Beranda Denpasar News Kasus Meninggal Dunia Nihil, 7 Pasien Covid-19 di Kota Denpasar Sembuh

Kasus Meninggal Dunia Nihil, 7 Pasien Covid-19 di Kota Denpasar Sembuh

Hosting Indonesia

ist

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kota Denpasar, I Dewa Gede Rai.

 

DENPASAR (BALIVIRALNEWS) –

Kota Denpasar kembali mencatatkan nihil kasus meninggal dunia akibat covid-19. Berdasarkan data resmi pada Sabtu (4/12) diketahui kasus meninggal dunia kembali nihil. Kondisi ini dibarengi dengan penambahan kasus sembuh covid-19 bertambah 7 orang. Sementara itu kasus positif covid-19 bertambah 4 orang.

Berdasarkan data, secara komulatif kasus positif covid-19 di Kota Denpasar tercatat 37.917 kasus. Angka kesembuhan pasien covid-19 di Kota Denpasar mencapai angka 36.829 orang (97,13) persen), meninggal dunia 1.001 orang (2,64 persen) dan kasus aktif yang masih dalam perawatan 87 orang (0,23 persen).

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kota Denpasar, I Dewa Gede Rai saat dikonfirmasi menjelaskan, kendati kasus covid-19 di Denpasar sudah semakin menurun dan melandai namun penularan virus covid 19 masih ditemukan. Karena itu ia tetap mengimbau masyarakat agar jangan sampai kendor menerapkan protokol kesehatan.

Pihaknya mengajak seluruh masyarakat untuk selalu waspada dan tidak lengah atas perkembangan kasus saat ini. Dalam beraktivitas, penerapan protokol kesehatan tetap harus wajib dilaksanakan dengan berpedoman pada penerapan PPKM Level 2 Jawa-Bali. Terlebih lagi saat ini adanya mutasi covid-19 dengan varian baru.

Lebih lanjut Dewa Rai mengatakan, berbagai upaya terus dilaksanakan guna mendukung upaya penurunan zona risiko, penurunan tingkat penularan, meningkatkan angka kesembuhan pasien dan mencegah kematian. Hal ini dilaksanakan dengan menggelar operasi yustisi protokol kesehatan, penyekatan, sosialisasi dan edukasi berkelanjutan secara rutin dengan menggunakan mobil calling atau door to door, serta melaksanakan penyemprotan disinfektan serta eco enzym wilayah secara terpadu.

Selain itu, Pemkot Denpasar juga terus berupaya untuk memaksimalkan realisasi vaksinasi kepada masyarakat, dan vaksinasi menyasar anak-anak usia sekolah 12-17 tahun, ibu hamil dan disabilitas. (wes/hmden)

Baca Juga  Ganggu Ketertiban, Satpol PP Denpasar Amankan Orang Mabuk
Hosting Indonesia