ist
Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kota Denpasar, I Dewa Gede Rai.
DENPASAR (BALIVIRALNEWS) –
Mewabahnya covid-19 di Kota Denpasar memang sulit diprediksi kapan akan usai. Hingga kini, Kota Denpasar masih mencatatkan adanya penambahan kasus positif, kasus sembuh dan kasus meninggal dunia dengan status terkonfirmasi covid-19. Pada Jumat (26/2) ibu kota Provinsi Bali ini mencatatkan penambahan kasus positif covid-19 sebanyak 141 orang, kasus sembuh bertambah 85 orang dan 1 pasien dinyatakan meninggal dunia.
Terkait 1 orang meninggal dunia, pasien diketahui seorang laki-laki usia 74 tahun dengan status domisili di Desa Sumerta Kaja. Pasien dinyatakan positif pada 3 Februari 2021 dan dinyatakan meninggal dunia dengan komorbid diabetes militus pada 26 Februari 2021.
“Hari ini kasus positif bertambah 141 orang, kasus sembuh bertambah 85 orang dan 1 orang pasien meninggal dunia. Hari ini tren kasus covid 19 masih tinggi, tren penularan yang masih terjadi ini harus menjadi perhatian serius bagi kita semua,” kata Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kota Denpasar, I Dewa Gede Rai, saat menyampaikan perkembangan kasus Covid-19 Kota Denpasar pada Jumat (26/2).
Lebih lanjut Dewa Rai mengatakan, berbagai upaya terus dilaksanakan guna mendukung upaya penurunan zona risiko, penurunan tingkat penularan, meningkatkan angka kesembuhan pasien dan mencegah kematian. Karenanya bagi desa/kelurahan yang mengalami lonjakan kasus akan mendapat perhatian serius Satgas Covid-19 Kota Denpasar lewat pendampingan yang dikoordinir oleh camat. Hal ini dilaksanakan dengan menggelar operasi yustisi protokol kesehatan, sosialisasi dan edukasi berkelanjutan secara rutin dengan menggunakan mobil calling atau door to door, serta melaksanakan penyemprotan disinfektan wilayah secara terpadu.
Berdasarkan data, secara komulatif kasus positif tercatat 10.602 kasus, angka kesembuhan pasien covid-19 di Kota Denpasar mencapai angka 9.397 orang (88,63 persen), meninggal dunia 195 orang (1,84 persen) dan kasus aktif yang masih dalam perawatan 1.010 orang (9,53 persen).
Editor Wes Arimbawa









































