Beranda Another Region News Kerja Nyata TP PKK Provinsi Bali Selama 2019-2022, Ny. Putri Koster Terjun...

Kerja Nyata TP PKK Provinsi Bali Selama 2019-2022, Ny. Putri Koster Terjun Langsung Bantu Masyarakat

bvn/hmprov

Ketua TP PKK Provinsi Bali Ny. Putri Koster.

 

DENPASAR (BALIVIRALNEWS) –

Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Bali, Ny. Putri Suastini Koster bersama jajaran pengurus dari tahun 2019 aktif terjun ke lapangan dalam upaya pemberdayaan kesejahteraan keluarga. Hal itu terungkap dalam acara “Ketua Tim Penggerak PKK, Ketua Dekranasda, Manggala Utama PAKIS MDA, Ketua Perhimpunan Anggrek Indonesia Provinsi Bali Menyapa” dengan tema “Bergerak, Bekerja, Berbagi” bertempat di Lapangan Puputan Niti Mandala Renon, Denpasar, pada Jumat (24/2/2022).

Visi PKK yaitu “Terwujudnya Keluarga Sehat, Cerdas, Berdaya, Beriman dan Bertakwa Menuju Indonesia Maju di Tahun 2024” menurutnya sudah sangat sesuai dengan visi misi Provinsi Bali Nangun Sat Kerthi Loka Bali, Melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana Menuju Bali Era Baru. “Ini memudahkan saya dalam menyusun program-program kegiatan PKK selama saya menjabat, yaitu berupa 10 Program Pokok PKK di Bali yang diarahkan untuk mendukung terwujudnya visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali,” ujar Wanita yang akrab disapa Bunda Putri tersebut. Untuk itu, program PKK menurutnya difokuskan pada dua hal yaitu Sosialisasi dan Aksi Sosial.

Mengawali laporannya sebagai Ketua TP PKK Provinsi Bali, kegiatan TP PKK Bali tahun 2019 memfokuskan pada lima hal yaitu; Kegiatan Harmonisasi dan Sinkronisasi HATINYA PKK di 57 Desa se-Bali, Gerakan Mewujudkan Masyarakat Hidup Sehat dan Sejahtera, Kegiatan HKG PKK, Kegiatan Jambore PKK Tingkat Nasional, serta Kegiatan Sosialisasi Lewat TV/Radio. “Untuk program HATINYA PKK saya berupaya mengajak masyarakat Bali melalui kader-kader PKK hingga tingkat desa untuk menjadikan halaman rumah masyarakat Bali hijau dipenuhi oleh tanaman yang berguna bagi kehidupan sehari-hari,” jelasnya seraya menambahkan ia tak ingin halaman masyarakat Bali malah kosong atau dipenuhi sampah.

Baca Juga  Tahun 2021, Gubernur Koster bakal Kembangkan UKM dan Koperasi

Untuk membantu merealisasikan kegiatan tersebut, TP PKK Provinsi Bali menganggarkan Rp 855 juta yang disalurkan kepada 57 desa di 57 kecamatan masing-masing mendapatkan Rp15 juta/desa. Selain itu, disalurkan juga bantuan keuangan dengan total anggaran Rp 684 juta kepada 57 desa di 57 kecamatan dengan masing-masing mendapatkan Rp 12 juta.

Untuk HKG tingkat nasional, Ny. Putri Koster berhasil mengantarkan TP PKK Provinsi Bali menjadi lima besar terbaik nasional dalam lomba fashion show baju adat, pada peringatan HKG PKK Tingkat Nasional tahun 2019 di kota Padang, Sumatera Barat. Selain itu, sosialisasi PKK juga dilakukan di sejumlah media, baik cetak maupun elektronik.

Tahun 2020 perubahan besar terjadi di seluruh dunia ketika pandemi covid-19 melanda. Banyak kegiatan tatap muka ditiadakan, serta pandemi mengakibatkan banyak warga Bali kehilangan pekerjaan dan membutuhkan bantuan. Untuk itu, TP PKK Provinsi Bali melalui pimpinan Bunda Putri melaksanakan program yang benar-benar menyasar langsung masyarakat yang membutuhkan. Program-program tersebut, seperti; a) Penggak PKK berupa bantuan bagi masyarakat kurang mampu yaitu sembako yang dikumpulkan secara sinergitas dengan TP PKK Kabupaten/Kota, b) Pemberian Bantuan Sembako kepada PKK Desa dan Kelurahan, c) Kegiatan dalam rangka Menekan Pencegahan Penyebaran Covid-19, d) Kegiatan Sosialisasi melalui TV/Radio, e) Webinar TP PKK Provinsi Bali Tahun 2020, f) PKK #GebrakMasker (Gerakan Bersama Pakai Masker). “Karena pandemi covid-19 telah menurunkan perekonomian Bali, kegiatan PKK saat itu benar-benar menyasar dan memberikan bantuan bagi masyarakat yang membutuhkan,” tuturnya.

Salah satu program populer di tahun 2020 adalah Penggak PKK, yaitu sinergitas antara TP PKK Provinsi Bali dengan TP PKK Kabupaten/Kota dengan menggelar warung yang menyediakan kebutuhan pokok masyarakat secara gratis. Saat itu TP PKK memberikan bantuan paket gratis kepada 450 KK yang masing-masing mendapatkan: beras 5 kg, telur 10 butir, gula pasir 1kg, kopi 1 paket, masker 1.000 lembar, paket sayuran, buah-buahan, lauk-pauk dan paket bumbu dapur. Pemberian bantuan sembako kepada Kader PKK Desa dan Kelurahan yang menyasar 9.574 orang di 716 Desa/Kelurahan dengan total 239,35 ton beras.

Baca Juga  Badung Raih Juara I Turnamen Tenis Lapangan Beregu Putra Korpri Provinsi Bali III

Untuk tahun 2021, karena pandemi masih tinggi-tingginya, maka kegiatan PKK saat itu juga masih berbagi dengan masyarakat serta membantu Pemprov Bali mensosialisasikan tentang taat prokes dan mencegah penularan covid-19. Kegiatan-kegiatan pada tahun tersebut berupa; a) Kegiatan Aksi Sosial “Menyapa dan Berbagi” yang dilaksanakan sebanyak 27 kali di 9 kabupaten/kota se-Bali. Kegiatan tersebut bertujuan untuk menciptakan ketahanan pangan bagi Balita gizi kurang, ibu hamil KEK, Kader PKK kurang mampu, Lansia Kurang Mampu dan Disabilitas Kurang mampu terdampak pandemi covid-19 dengan total bantuan 33,75 ton beras dan 810 paket susu dan jumlah sasaran 1.350 orang. Program kedua yaitu sosialisasi di media cetak dan elektronik serta program ketiga yaitu Webinar TP PKK Provinsi Bali.

Tahun 2022, saat pandemi covid-19 mulai melandai dengan dibarengi tingkat vaksinasi yang sangat tinggi di Bali bahkan menjadi tertinggi di Indonesia, pemerintah sudah mulai merelaksasi protokol kesehatan berupa tatap muka bisa dilakukan dengan mengundang lebih banyak peserta. Untuk itu PKK Provinsi Bali pun mulai gencar dan menambah program dan bantuan. Kegiatan aksi sosial “Menyapa dan Berbagi” dengan total bantuan 63 ribu ton beras, 3.150 krat telur dan 10.080 kotak susu dengan jumlah sasaran 3.150 orang. Program kedua yaitu Aksi Sosial “Pasar Rakyat” PKK Provinsi yang bertujuan untuk menggerakkan ekonomi UMKM dan memberikan bantuan bahan pokok kepada masyarakat kurang mampu.

Kegiatan tersebut menghadirkan 109 pedagang/UMKM se-Bali dengan total omzet mencapai Rp 509 juta lebih. Dalam kegiatan tersebut juga disalurkan bantuan bahan pokok kepada 200 orang masyarakat kurang mampu. Aksi Sosial “Pasar Rakyat” juga dilakukan di kabupaten/kota dengan berkolaborasi dengan TP PKK Kabupaten/Kota se-Bali. Sementara untuk kegiatan sosialisasi dan webinar masih terus dilakukan guna mengedukasi masyarakat dan kader PKK se-Bali. Untuk bansos penanganan dampak inflasi, TP PKK Provinsi Bali berhasil membantu 2.865 kader yang berada di Kabupaten Buleleng dan di Kota Denpasar sebagai yang paling terdampak oleh inflasi. Bantuan tersebut berupa beras71.625 ton, telur 17.190 krat dan minyak 11.460 liter.

Baca Juga  Disegel, KUPVA BB tak Berizin di Wilayah Desa Adat Kuta

Untuk tahun 2023, TP PKK Provinsi Bali tetap gencar melaksanakan sosialisasi dan aksi sosial. Bunda Putri mengatakan TP PKK akan mengadakan Aksi Sosial “Menyapa dan Berbagi” yang menyasar 72 titik desa/kecamatan dan 3.600 orang kurang mampu, dengan rincian bantuan berupa 72 ton beras, 3.600 krat telur serta 11.520 kotak susu. “Selain itu TP PKK tahun ini juga tetap serius berupaya menurunkan angka stunting di Bali serta mencegah penyebaran penyakit rabies di Bali,” imbuhnya.

Hal lain yang PKK programkan juga pada saat dipimpinnya yaitu Program Bantuan Keuangan Khusus (BKK) kepada Kabupaten/Kota se-Bali. Pada masa pandemi tahun 2020-2021 BKK yang disalurkan di Kabupaten/Kota jumlahnya sama yaitu Rp 500 juta/kabupaten dengan total anggaran Rp 4,5 miliar. Namun, seiring berjalannya waktu BKK pun disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing kabupaten/kota.

Ny. Putri Koster pada kesempatan tersebut berharap, kegiatan PKK di tahun 2023 juga bisa berjalan dengan baik seperti sebelumnya. Sinergitas kader PKK dari tingkat kabupaten/kota hingga kecamatan dan desa ia perlukan guna mendukung program-program PKK selanjutnya. (sar)