ist
Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kota Denpasar, I Dewa Gede Rai.
DENPASAR (BALIVIRALNEWS) –
Penambahan kasus sembuh kembali sukses melampaui penambahan kasus positif covid-19 di Kota Denpasar. Berdasarkan data resmi Senin (14/6), penambahan kasus sembuh tercatat bertambah 21 orang dan penambahan kasus positif covid-19 sebanyak 14 orang. Sementara kasus meninggal dunia kembali nihil.
“Perkembangan kasus harian, kasus meninggal nihil, kasus sembuh bertambah 21 orang dan kasus positif bertambah 14 orang. Total kasus aktif menurun di bawah 1 persen. Walaupun kasus menurun, masyarakat harus tetap waspada,” kata Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kota Denpasar, I Dewa Gede Rai, saat dikonfirmasi Senin (14/6).
Berdasarkan data, secara komulatif kasus positif tercatat 15.072 kasus, angka kesembuhan pasien covid-19 di Kota Denpasar mencapai angka 14.641 orang (97,14 persen), meninggal dunia 350 orang (2,32 persen) dan kasus aktif yang masih dalam perawatan 81 orang (0,54 persen).
Dewa Rai mengatakan, mulai menurunya tingkat penularan di Kota Denpasar tak lepas dari tindakan pendisiplinan masyarakat untuk menaati protokol kesehatan melalui tindakan yustisi dan gencarnya pelaksanaan vaksinasi, untuk membentuk herd imunity.
Pihaknya mengajak seluruh masyarakat untuk selalu waspada dan tidak lengah atas perkembangan kasus saat ini. Dalam beraktivitas, penerapan protokol kesehatan tetap harus wajib dilaksanakan. Terlebih lagi saat ini adanya mutasi covid-19 dengan varian baru.
“Jangan mengurangi kewaspadaan, titik-titik lengah kemungkinan menyebabkan tingkat kasus covid-19 di Denpasar meningkat. Jadi intinya kapan pun dan di mana pun harus tetap waspada dan disiplin menerapkan protokol kesehatan, terlebih saat ini virus sudah bermutasi,” imbuhnya.
Lebih lanjut Dewa Rai mengatakan, berbagai upaya terus dilaksanakan guna mendukung upaya penurunan zona risiko, penurunan tingkat penularan, meningkatkan angka kesembuhan pasien dan mencegah kematian. Hal ini dilaksanakan dengan menggelar operasi yustisi protokol kesehatan, sosialisasi dan edukasi berkelanjutan secara rutin dengan menggunakan mobil calling atau door to door, serta melaksanakan penyemprotan disinfektan wilayah secara terpadu.
Editor Wes Arimbawa









































