bvn/sar
Wakil Ketua III DPRD Badung Made Sunarta.
MANGUPURA (BALIVIRALNEWS) –
Wakil Ketua III DPRD Badung Made Sunarta memberikan apresiasi kepada Bupati Badung yang berani melakukan percepatan pembangunan infrastruktur di Kabupaten Badung. Pembangunan jalan baru, pelebaran jalan, beautifikasi, maupun membuat short cut merupakan kebutuhan Badung sebagai daerah tujuan wisata internasional.
Hal tersebut diungkapkannya saat ditemui usai mengikuti rapat paripurna DPRD Badung untuk pengambilan keputusan terkait Ranperda Perubahan APBD Badung 2026, di DPRD Badung, Jumat (18/9/2026). “Kami apresiasi karena ini merupakan langkah cerdas,” tegas politisi Partai Demokrat tersebut.
Bendesa Adat Abianbase tersebut menilai, jalan-jalan baru, pelebaran, dan short cut merupakan upaya untuk mengurangi kemacetan lalu lintas yang biasanya menjadi momok pariwisata. “Jika kasus kemacetan ini tak dicarikan jalan keluar, kami pastikan wisatawan akan kapok datang ke Badung,” tegasnya lagi.
Karena itu, Made Sunarta memberikan acungan jempol terhadap langkah cerdas Bupati Adi Arnawa dengan melakukan percepatan pembangunan infrastruktur khususnya untuk jalan. Selain jalan, katanya, percepatan juga dilakukan untuk penanganan sampah serta beautifikasi. “Ini semua untuk merangsang wisatawan datang ke Bali,” ungkapnya lagi.
Pembangunan infrastruktur jalan ini, menurutnya, merupakan suatu keberanian namun penuh perhitungan. “Ini merupakan langkah yang cerdas karena dengan terurainya kemacetan, kedatangan tamu atau wisatawan akan meningkat. Keberanian dan kecerdasan ini sangat kami apresiasi,” ujarnya lagi.
Dengan percepatan pembangunan infrastruktur ini, di Perubahan APBD Badung 2026 terjadi selisih cukup besar antara pendapatan daerah dengan belanja daerah. Pendapatan daerah mencapai Rp 10,54 triliun lebih yang diperoleh dari pendapatan asli daerah (PAD) Rp 9,71 triliun, serta pendapatan transfer Rp 787,8 miliar.
Selanjutnya belanja daerah menembus angka Rp 13,089 triliun. Belanja daerah ini terdiri atas belanja operasi Rp 6,26 triliun, belanja modal Rp 4,83 triliun, belanja tak terduga Rp 129 miliar, belanja transfer Rp 1,86 triliun. “Total defisit menjadi Rp 2,584 triliun,” tegasnya.
Kalau tidak sekarang, kapan lagi? Ke depan harga-harga lahan akan naik. Artinya tanah yang akan dijadikan jalan itu akan menelan biaya yang lebih besar. “Walaupun APBD defisit, tetapi Bupati sudah berhitung cerdas bahwa defisit itu dapat ditutupi. Satu, ditutupi dari silpa yang jumlahnya Rp 1,192 triliun. Sisanya kita pinjam dari pihak luar sekitar Rp 1,9 triliun,” ujarnya lagi.
Terkait defisit, Made Sunarta mengaku tidak khawatir karena pendapatan Badung selalu mengalami peningkatan. Dia mencontohkan, bulan kemarin sampai mencapai Rp 700 miliar. Ini dalam satu bulan saja. “Kalau minjam Rp 1,9 triliun, Badung dipastikan mampu untuk melakukan kewajiban terhadap pinjaman tersebut,” katanya.
Dia mengajak masyarakat Badung untuk berdoa agar pariwisata tetap bisa berjalan dengan baik sehingga kewajiban Badung kepada pihak ketiga bisa berjalan dengan lancar. “Mari berdoa bersama agar tak terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan yang bisa mengancam sektor pariwisata,” katanya.
Dia optimis, dengan program percepatan ini masalah kemacetan akan bisa diatasi pada tahun 2027 atau 2028. “Jika ini terwujud, kami pastikan momok pariwisata (kemacetan-red) akan tertanggulangi dan wisatawan pun makin banyak yang datang ke wilayah Badung,” ungkapnya. (sar)






































