bvn/dok
Gubernur Bali I Wayan Koster.
DENPASAR (BALIVIRALNEWS) –
Gubernur Bali Wayan Koster menanggapi berita di media sosial bahwa Bali sepi dari kunjungan wisatawan mancanegara. Berita ini menimbulkan banyak pertanyaan dari para pihak baik di Bali maupun di luar Bali, apakah berita ini benar.
Dalam rilis yang diterima Baliviralnews.com, Rabu (24/12/2025), Gubernur Wayan Koster pun menyampaikan data bahwa berita itu sama sekali tidak benar, berita bohong (hoax), yang menyesatkan masyarakat. Data menunjukkan bahwa pertama, pada bulan Desember dari tanggal 1 sampai 22 Desember 2025, jumlah wisatawan mancanegara yang datang ke Bali cenderung meningkat. “Setelah tanggal 19 Desember sudah mencapai angka lebih dari 22.000 sampai lebih dari 23.000 orang per hari,” ujarnya.
Kedua, dari bulan Januari sampai 22 Desember 2025, ungkapnya, jumlah wisatawan mancanegara yang datang ke Bali sudah mencapai lebih dari 6,8 juta orang. Sampai tanggal 31 Desember, setelah tanggal 25 Desember karena cenderung meningkat, sehingga diperkirakan akan mencapai angka pada kisaran 7 juta orang.
Pada tahun 2024 dari bulan Januari sampai Desember, jumlah wisatawan mancanegara mencapai 6,30 juta orang, dan pada tahun 2019 jumlah wisatawan mancanegara mencapai 6,27 juta orang. “Artinya jumlah wisatawan mancanegara yang datang ke Bali pada tahun 2025 sudah meningkat antara 500.000 sampai 700.000 orang. Pencapaian angka 7 juta orang wisatawan mancanegara justru merupakan angka tertinggi dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, bahkan sebelum pandemi covid-19 belum pernah mencapai angka 7 juta. Jadi, sesungguhnya pariwisata Bali sudah pulih dan bahkan bangkit kembali melampaui pencapaian angka sebelum pandemi covid-19,” tegasnya.
Gubernur Koster juga menyampaikan yang mengalami penurunan adalah jumlah wisatawan Nusantara/domestik. Pada tahun 2025, dari bulan Januari sampai tanggal
22 Desember baru mencapai 9,1 juta orang. Angka ini lebih rendah dari jumlah tahun 2024 yang mencapai 10,1 juta orang.
“Total jumlah wisatawan mancanegara dan wisatawan Nusantara pada tahun 2025 baru mencapai 15,9 juta orang, sedikit lebih rendah dari jumlah pada tahun 2024 yang mencapai 16,4 juta orang,” ungkap Ketua DPD PDI Perjuangan Bali tersebut.
Gubernur Koster menyampaikan dan menegaskan kepada seluruh masyarakat Indonesia dan masyarakat dunia, pada saat ini sampai awal tahun baru 2026 Bali dalam posisi kondusif. Pertama, berdasarkan informasi BMKG, curah hujan diperkirakan normal, kategori ringan sampai lebat, namun masih di bawah 100 mm/hari, yang memang terjadi secara reguler pada musim hujan. Juga diperkirakan tidak ada lagi ancaman bibit siklon 93S, karena siklon ini sudah muncul pada tanggal 12 sampai 19 Desember 2025, dan sudah hilang. Memperhitungkan curah hujan dan cuaca tersebut, diperkirakan Bali tidak akan mengalami banjir besar.
Kedua, dari sisi faktor keamanan, saat ini kondisi Bali juga sangat kondusif, telah dilakukan peninjauan ke sejumlah titik oleh Gubernur bersama Kapolda Bali dan instansi terkait lainnya dalam rangka persiapan menyambut Hari Raya Natal dan Tahun Baru.
Ketiga, sudah dilaksanakan rapat evaluasi dengan penyelenggara layanan di Angkasa Pura, Bandara I Gusti Ngurah Rai yang dihadiri oleh Manajer PT Angkasa Pura, Imigrasi, dan Bea Cukai untuk meningkatkan kualitas layanan di keberangkatan dan di kedatangan pintu internasional dan domestik, sehingga wisatawan tidak perlu menunggu lama di pintu imigrasi dan bagasi.
Wayan Koster mengimbau para wisatawan asing selama berkunjung di Bali agar menaati Surat Edaran Gubernur Bali Nomor 7 Tahun 2025 tentang Tatanan Baru bagi Wisatawan Asing, yang berisi DO’s and DON’Ts.
Gubernur mengimbau kepada semua penyelenggara pariwisata seperti hotel, travel, restoran, dan daya tarik wisata agar memberi layanan terbaik dan berperilaku sopan kepada para wisatawan, menjaga citra baik pariwisata Bali secara bertanggung jawab.
Gubernur Koster juga mengimbau semua pihak agar tidak melakukan tindakan dan tidak membuat narasi buruk/hoax di semua platform media yang merugikan citra pariwisata Bali. “Marilah kita bersama-sama menjaga alam, manusia, dan kebudayaan Bali dengan penuh keadaban,” tegasnya. (sar)









































