bvn/r
Wakil Ketua I DPRD Badung, AAN Ketut Agus Nadi Putra.
MANGUPURA (BALIVIRALNEWS) –
Kunjungan wisatawan India ke Kabupaten Badung terus mengalami peningkatan, bahkan negara itu kini sebagai pasar wisata terbesar ketiga setelah Australia dan Cina. Di balik tren positif tersebut, muncul masukan agar pemerintah daerah tidak terlena dengan ketergantungan pada tiga pasar utama yang mendominasi pariwisata Badung.
Hal ini diungkapkan Wakil Ketua I DPRD Badung Anak Agung Ngurah Ketut Agus Nadi Putra, Senin (20/10/2025).
Menurut Ketua DPD Golkar Kabupaten Badung ini, meski pertumbuhan positif, pengamat pariwisata mengingatkan agar pemerintah daerah tidak hanya mengandalkan pasar dari tiga negara tersebut. “Kita melihat kondisi saat ini fluktuasi geopolitik dan ekonomi global. Hal ini dapat memengaruhi kunjungan secara drastis. Kami harapkan Dinas Pariwisata lakukan promosi juga selain tiga negara tersebut,”terangnya.
Pria yang akrab disapa Turah Tut ini juga menilai, pertumbuhan kunjungan ini perlu diimbangi dengan diversifikasi pasar wisata dan peningkatan kualitas layanan agar pariwisata Badung tidak rentan terhadap perubahan tren dan kebijakan luar negeri negara asal wisatawan.
Data per September 2025 mencatat, 43.545 wisatawan India berkunjung ke Badung, menyalip Korea dan Prancis. Sementara itu, wisatawan Australia tetap menduduki posisi puncak dengan 156.805 orang, disusul Cina 46.529 orang.
Kepala Dinas Pariwisata Badung I Nyoman Rudiarta menyebutkan peningkatan signifikan kunjungan dari India terjadi dalam dua tahun terakhir. “India kini penyumbang wisatawan terbanyak ketiga setelah Australia dan Cina, kemudian disusul Korea dan Prancis,” ujarnya.
Secara keseluruhan, Badung mencatat 653.955 kunjungan wisatawan mancanegara hingga September 2025, naik 7,21 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. (sar/r)









































