Beranda Badung News Menuju Pariwisata Berkualitas, Vinsensius Jemadu Minta Regulasi Pariwisata Bali Harus Ditangani dengan...

Menuju Pariwisata Berkualitas, Vinsensius Jemadu Minta Regulasi Pariwisata Bali Harus Ditangani dengan Baik

bvn/r

Drs. Vinsensius Jemadu, MBA

 

MANGUPURA (BALIVIRALNEWS) –

Salah satu narasumber yang tampil dalam Diskusi Nasional “Menjadikan Pariwisata Bali Berkualitas dan Berkelanjutan” yakni Deputi Bidang Produk Pariwisata dan Penyelenggara Kegiatan Kementerian Pariwisata RI Drs. Vinsensius Jemadu, MBA. Dalam paparannya, Vinsensius Jemadu menyatakan, Bali sangat luar biasa dilihat dari perspektif pariwisata dalam hal jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman). Bali sebagai satu-satunya provinsi dari 38 provinsi di Indonesia yang memberikan kontribusi pemasukan dari sektor pariwisata.

Secara nasional, ujarnya, Indonesia mempunyai tiga pintu masuk yang besar buat pariwisata mancanegara. Pertama disebutkan Bali berkontribusi 45 persen disusul Jakarta sekitar 30 persen dan Kepri Banten Bintan berkisar 5-8 persen. “Jadi, Bali ini kontributor paling besar secara nasional,” kata Vinsensius Jemadu.

Oleh karena itu, kebijakan dan regulasi terkait pariwisata Bali harus betul-betul ditangani dengan baik dibarengi dengan pengawasan yang perlu diperketat lagi. Mengingat, akhir-akhir ini, banyak permasalahan pariwisata yang terjadi. Tak hanya masalah infrastruktur dan kemacetan lalu lintas, tapi juga bisa dilihat perilaku (behavior) turis mancanegara yang berada di Bali.

“Jadi, Bali ini perlu diawasi ketat, sehingga budaya Bali yang sakral beserta interaksi masyarakatnya sudah luar biasa dari sisi budaya itu jangan sampai rusak. Inilah yang harus kita jaga,” terangnya.

Hal tersebut dikarenakan payung dari pariwisata Bali sebenarnya budaya (culture) yang harus dijaga dengan baik. Jika berbicara pariwisata berkualitas, tentunya market dari luar berupa turis-turis datang ke Bali juga semestinya berkualitas, yang memahami budaya lokal dan menjaga lingkungan berkonsep sustainable.

“Itu tidak boleh sembarangan turis datang ke Bali. Jangan wisatawan yang abal-abal dan ecek-ecek, tapi berkualitas. Bali juga tidak boleh dijual murah, harus betul-betul berkelas bukan murahan, tapi masih terjangkau,” kata Vinsensius Jemadu.

Baca Juga  Wakil Rektor III Unud Jadi Narasumber FGD Pengembangan Kewirausahaan Nasional

Meski demikian, secara kasat mata, Bali dipenuhi wisatawan sesuai data statistik airlines, tapi justru okupansi hotel menurun drastis. Disinyalir, bahwa banyaknya wisatawan yang menginap di luar hotel yang terdaftar di Bali.

“Nah, kita lihat mungkin saja mereka tinggal di villa, rumah kos atau penginapan yang notabene tidak terdaftar secara legal. Itu harus dilihat proses perizinan dan juga harus dicek kembali KBLI atau Klasifikasi Baku Layanan Usaha,” tegasnya. (sar)