Beranda Badung News Parwata: Upaya Efisiensi, Rasionalisasi Promosi Pariwisata ke Luar Negeri

Parwata: Upaya Efisiensi, Rasionalisasi Promosi Pariwisata ke Luar Negeri

ist

Dr. Drs. Putu Parwata MK, M.M.

 

MANGUPURA (BALIVIRAL NEWS) –
Rasionalisasi program promosi pariwisata di Kabupaten Badung lantaran pendapatan daerah yang tidak tercapai, menuai komentar dari kalangan wakil rakyat setempat. Legislator Badung menilai kebijakan tersebut sebagai salah satu upaya efisiensi dan fokus pada program prioritas.
Ketua DPRD Badung, Dr. Drs. Putu Parwata MK, M.M, saat dikonfirmasi Kamis (4/7) kemarin mengatakan, efisiensi anggaran promosi tidak serta merta membuat Badung yang mengandalkan pendapatan dari sektor pariwisata berdiam diri.
“Kami tetap promosi cuma dengan model baru, jadi kami tidak sepakat disebut rasionalisasi tapi efisesi untuk memaksimalkan efektivitasnya,” kilahnya.
Politisi asal Dalung, Kuta Utara ini mengatakan promosi akan dianggarkan kembali pada APBD Perubahan ini. Hanya saja, model promosi yang dilakukan akan lebih maksimal, seperti mengundang agen perjalanan wisata.
“Tolak ukurnya juga jelas. Misalnya, kedatangan wisatawan lewat bandara, kapal pesiar berapa. Kami juga akan mengundang stakeholder untuk berdiskusi promosi model apa yang cocok dilakukan,” terangnya.
Lantas langkah apa yang ditempuh untuk mendatangkan wisatawan ke Badung? Putu Parwata mengatakan akan memanfaatkan teknologi. Seperti memaksimalkan penggunaan digital, media sosial dan lainnya.
“Kami akan memaksimalkan promosi digital lewat Instagram dan Facebook. Semua orang sekarang kan pegang handphone, jadi semua orang bisa berpromosi tinggal ngeblas saja ke seluruh kontak yang ada di handphone,” terangnya seraya menambahkan akan menjalin kerja sama dengan agen pariwisata di luar negeri.
“Kalau di luar negeri ada yang namanya Visit International Tourism Organization (VITO) di bawah kementerian. Ini adalah agen pariwisata yang ditunjuk pemerintah, jadi kita bekerjasama dengan mereka,” sebutnya.
Seperti diberitakan, Pemkab Badung menghentikan seluruh program promosi pariwisata mulai Juli ini. Akibatnya, program promosi yang telah dirancang dalam setahun mogok di tengah jalan.
Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Badung, I Made Badra, saat dikonfirmasi Rabu kemarin tak menampik perihal tersebut. Birokrat asal Kuta ini mengatakan nominal yang dirasionalisasi mencapai sebesar Rp 6 Miliar. Dengan adanya rasionalisasi anggaran yang membatalkan promosi ke luar negeri akan mempengaruhi kunjungan pariwisata di Badung.
“Kita sekarang tidak bisa ikut kemana-mana ini karena ada rasionalisasi anggaran. Rencananya kami kan buat festival Indonesia di Moskow, tapi tidak ada anggaran semuanya jadi batal,” ujarnya.
Plt Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Badung itu menilai pemangkasan anggaran lantaran keuangan Badung kembali bermasalah akan mempengaruhi kunjungan wisatawan di Badung. Kebijakan merasionalisasi dana promosi telah disampaikan tim anggaran dari Badan Pendapatan Kabupaten Badung dalam rapat.
“Dari bulan Juli hingga akhir tahun tidak akan ada promosi pariwisata ke luar negeri lagi. Dalam rapat yang di bahas itu intinya menyampaikan Pendapatan Badung tidak tercapai, jadi semua program kegiatan promosi kita ditiadakan,” pungkasnya.
Edited by Wes Arimbawa
Baca Juga  Sekda Adi Arnawa Tutup Acara Shanti Puja di Desa Adat Canggu