Beranda Bali News Pasien Dalam Pengawasan di Bali Tembus 95 Orang, Desa Adat Diminta Gelar...

Pasien Dalam Pengawasan di Bali Tembus 95 Orang, Desa Adat Diminta Gelar Penyemprotan Disinfektan Masal saat Pangerupukan

Sekda Bali Dewa Made Indra

 

DENPASAR (BALIVIRAL NEWS) –
Perkembangan kasus covid-19 di Bali sampai hari ini, kasus pasien dalam pengawasan (PDP) yang ditangani berjumlah 95 orang ditambah 5 orang (melapor ke RS dan sudah mendapat perawatan sesuai prosedur penanganan).
Sampel yang sudah keluar dari hasil uji laboratorium tercatat 71, 68 orang dinyatakan negatif dan sudah keluar dari rumah sakit, dan tiga orang positif ini adalah klarifikasi dari pernyataan kemarin.
Sekretaris Daerah Provinsi Bali Dewa Made Indra mengklarifikasi jumlah positif Covid-19 di Bali yang diumumkan sebelumnya berjumlah 4 orang (2 WNA dan 2 WNI), menjadi 3 orang positif covid-19 (2 WNA sudah meninggal dan 1 WNI masih dalam perawatan).
Dua orang sudah meninggal WNA, ujarnya, satu orang sudah dikremasi dan satu orang lagi jenazah masih di RS. Saat ini pihak rumah sakit dan pemerintah sedang melakukan koordinasi dengan pihak  Konsulat Jenderal Negara WNA dan pihak keluarganya tersebut  untuk mendapat kesepakatan penanganan jenazah selanjutnya.
Sementara 1 orang positif covid-19 (dari data sebelumnya 4 orang) merupakan seseorang yang sebelumnya sempat bertugas di Bali, dan saat ini sudah kembali ke daerahnya. Yang bersangkutan mengalami gejala demam dan memeriksakan diri di rumah sakit tempat tinggalnya (daerahnya), sehingga dari hasil swab yang didapat positif maka dia masuk ke daftar kasus Covid-19 di daerahnya.
Sampel yang belum keluar 24 orang menunggu uji laboratorium dan masih dirawat di RS. Jika hasil laboratorium keluar dan dinyatakan negatif, mereka akan diperbolehkan pulang dari RS.
Terkait pasien positif covid-19 (WNA) diterangkan, yang bersangkutan pada waktu kejadian menaiki kendaraan dan berhenti di pinggir jalan, kemudian diantar ke rumah sakit dan dilakukan pemeriksaan dengan hasil awal pasien menderita sakit jantung. Selain melakukan pemeriksaan terhadap riwayat sakit pasien, tim dokter juga  melakukan tes  berkelanjutan, sampelnya diambil dan diuji laboratorium dengan hasil positif Covid-19.
Perkembangan dari penelusuran yang sempat kontak dekat dengan pasien covid-19 WNA meninggal ini, ujarnya, didapat 199 orang (pada tanggal 20 Maret), dan jumlah ini bertambah 18 orang (pada tanggal 21 Maret) sehingga total jumlah kontak yang pernah dekat dengan pasien positif Covid-19 (WNA)  menjadi 217 orang. Saat ini Tim Dinas Kesehatan terus melakukan pemantauan berkelanjutan kepada orang orang hasil penelusuran tersebut. Bekerja sama dengan pihak Tim Dinas Kesehatan dari Kabupaten juga sudah melakukan  komunikasi, edukasi dan isolasi sekaligus karantika di rumah masing masing dan mengikuti protokol isolasi diri.
Tim Satgas Covid-19 Provinsi Bali juga sudah bersurat kepada Kodam IX-Udayana,  Polda Bali dan Korem 163 Wirasatya serta kabupaten/kota se-Bali untuk mengaktivasi seluruh desa untuk aktif terlibat memberikan edukasi dan koordinasi kepada masyarakatnya untuk turut melindungi diri dan melakukan upaya-upaya pencegahan penularan Covid-19 di daerahnya masing-masing yang dimulai dari lingkungan rumahnya masing-masing dengan sebaik-baiknya.
Satgas Covid-19 juga sudah bersurat kepada Majelis Desa Adat (MDA) dan bendesa adat se-Bali untuk melakukan disinfeksi masal serentak pada hari pengerepukan Nyepi (24 Maret mendatang) tepat pada sore hari, sekaligus mengimbau untuk turut mengaktivasi posko penanganan virus corona di desanya masing-masing.
Selanjutnya, Tim Satgas Covid-19 juga menyiapkan tempat karantina bagi warga migran (tenaga kerja luar Bali yang kembali ke daerahnya) terutama yg berasal dari negara yang terjangkit, dan Bali berupaya menyiapkan tempat karantina di UPT Balai Pelatihan Kesehatan Masyarakat Provinsi Bali, selain juga diberlakukan jalur khusus domestik di Bandara Ngurah Rai bagi PMI dan pelaut-pelaut yang pulang dari luar negeri.
Sekda Dewa Indra juga mengimbau agar semua pihak  tidak menyebarkan berita yang tidak jelas asal-usulnya yang datang dari sumber tidak resmi, agar tidak membuat panik banyak orang dan mengganggu ketenangan masyarakat luas.
Semua pihak diharapkan berkontribusi untuk mengikuti arahan Pemerintah Provinsi Bali, Pemerintah Pusat, Pemerintah Kabupaten dan  Kota untuk belajar, bekerja dan melakukan aktivitas  dari rumah saja,  serta mengurangi aktivitas di luar rumah. Hal ini sebagai salah satu upaya untuk memotong penyebaran virus Covid-19.
“Dengan sikap tenang dan melaksanakan pola hidup bersih dan sehat (PHBS) sekaligus dengan menjaga kebugaran tubuh kita, niscaya kita semua akan mampu melewati serangan virus corona ini,” tandas Dewa Indra melalui siaran persnya, Sabtu (21/3), di Dinas Informasi dan Komunikasi Provinsi Bali.
Rapid test bukan saja menjadi kepentingan masyarakat namun juga menjadi kepentingan Pemerintah Provinsi Bali untuk satgas dalam penanganan virus corona. Tim sedang bekerja terus mencari alat pendukungnya yang berfungsi untuk melakukan rapid test, dan hingga saat ini belum ada di Indonesia. Pihaknya sudah bekerja sama  dan berkoordinasi dengan Pemerintah Pusat baik BNPB dan Kementerian Kesehatan RI, dan sedang berupaya menghubungi dan mencari penyaluran alat melalui distributor yang menyalurkan alat kesehatan ataupun farmasi dan agen untuk mendapatkan alat tersebut, termasuk pengadaan APD.
Editor Wes Arimbawa
Baca Juga  Bawaslu Bali: Muncul Satu Gugatan Pilpres di Gianyar
Hosting Indonesia