Beranda Another Region News Pendapatan Melorot hingga 70 Persen, PLN IUD Bali Siap Pasok Listrik Nataru

Pendapatan Melorot hingga 70 Persen, PLN IUD Bali Siap Pasok Listrik Nataru

ist

TEMU MEDIA – Suasana temu media PLN yang digelar di sebuah rumah makan di bilangan Renon, Rabu (23/12/2020).

 

DENPASAR (BALIVIRALNEWS) –

Di tengah pandemi covid-19 saat ini, pendapatan PLN IUD Bali turun hingga 70 persen. Hal ini disebabkan penggunaan listrik melorot tajam karena banyak pelanggan, khususnya industri, tak beroperasi.

Hal ini terungkap saat Temu Media PLN IUD Bali dengan kalangan media Bali, di Renon, Rabu (23/12/2020). Acara tersebut dihadiri GM PLN IUD Bali Adi Priyanto dan Ketua Ombudsman RI Perwakilan Bali Umar Ibnu Al Kathab.

Menurut Adi Priyanto, sejak Maret awal pandemi covid-19 hingga November 2020, pendapatan PLN turun drastis hingga 70 persen. Hal ini karena industri (dominan pariwisata seperti hotel dan restoran, red) banyak yang tidak beroperasi. Penggunaan listrik pun turun drastis. “Karena penggunaan listrik turun drastis, cadangan listrik di Bali saat ini mencapai 76 persen,” tegas pengganti Nyoman Suwarjoni Astawa tersebut.

Dia pun merinci, pelanggan PLN IUD Bali saat ini berjumlah sekitar 1,5 juta. Mereka berasal dari pelanggan rumah tangga (RT) 83 persen, pelanggan bisnis 11 persen, sisanya pelanggan lain-lain. Walau jumlahnya hanya 11 persen, pendapatan PLN yang disumbang dari pelanggan bisnis mencapai 49 persen dari keseluruhan pendapatan PLN IUD Bali.

Ketika pariwisata tak berjalan akibat pandemi, tegasnya, penggunaan listrik juga turun drastis. Dampaknya, pendapatan PLN pun melorot tajam. “Khususnya November pertumbuhan listrik di Bali minus hingga 11 persen,” tegasnya lagi.

Untuk itu, dia pun mengaku akan menggenjot penggunaan listrik untuk sektor-sektor lainnya seperti pertanian dan peternakan. Dibandingkan dengan menggunakan tenaga disel, listrik di sektor pertanian dan peternakan jauh lebih murah selain lebih ramah lingkungan.

Baca Juga  Update Covid 19 di Denpasar, 12 Orang Sembuh, Kasus Positif Bertambah 13 Orang

Ditanya kelanjutan proyek koneksi Jawa-Bali dan urgensinya bagi Bali, Adi Prianto menegaskan, koneksi Jawa-Bali dibutuhkan pada 2025 mendatang karena kebutuhan listrik diperkirakan akan melonjak hingga 2.300 megawatt. Untuk ini, pada 2022 PLN akan membangun pembangkit listrik gas dengan kapasitas 250 MW di daerah Pesanggaran “Kekurangan inilah nanti akan disuplai dari koneksi Jawa Bali tersebut,” tegasnya.

Tanpa koneksi Jawa-Bali, tegasnya lagi, Bali akan dipenuhi pembangkit untuk menutupi kebutuhan di atas. Akibatnya, tentu saja Bali akan panas dan kondisi ini sangat kontradikdif dengan dunia pariwisata yang membutuhkan kenyamanan. Untuk inilah, PLN memanfaatkan listrik dari Jawa khususnya Paiton yang disalurkan ke Bali lewat koneksi Jawa-Bali di atas.

Sebelumnya, Adi Priyanto juga memaparkan kesiapan PLN untuk memasok listrik untuk kebutuhan Natal dan Tahun Baru 2021. Selain siap daya listrik, PLN juga siap dari sisi sarana, prasarana termasuk personel yang nantinya memberikan layanan kepada pelanggan.

Editor N. Sarmawa