Beranda Bali News Pengembangan Pelabuhan Benoa Tuntas 2023

Pengembangan Pelabuhan Benoa Tuntas 2023

ist

BENOA – Gubernur Bali Wayan Koster memberikan keterangan pers terkait pengembangan Pelabuhan Benoa dii kediaman Jaya Sabha Denpasar, Sabtu (2/11) kemarin.

 

DENPASAR (BALIVIRAL NEWS) –

Rencana pengembangan Pelabuhan Benoa akhirnya disepakati hanya 70 hektar dari rencana awal 85 hektar. Desain pengembangannya pun baru dengan mengakomodasi kepentingan kelompok masyarakat selain pemerintah daerah.

Hal tersebut diungkapkan Gubernur Bali Wayan Koster pada jumpa pers yang digelar di Jaya Sabha Denpasar, Sabtu (2/11) kemarin. Jumpa pers tersebut juga dihadiri Dirut Pelindo III Doso Agung, Deputi Bidang Infrastruktur Kementerian Koordinator Kemaritiman dan Investasi Ridwan Djamaluddin serta CEO Regional Bali Nusa Tenggara I Wayan Eka Saputra.

Pengembangan meliputi kawasan dumping I seluas 25 hektar dan dumping 2 seluas 45 hektar dan diproyeksi selesai pada pada 2023. “Kecuali untuk area yang akan digunakan untuk upacara Melasti seluas satu hektar, kami minta paling lambat rampung akhir Februari 2020 agar bisa digunakan menjelang Nyepi,” kata Koster.

Dijelaskan, untuk wilayah dumping I, 13 hektar akan digunakan untuk hutan kota. Sisanya 12 hektar untuk zone perikanan. “Zone marina sudah tidak dilakukan,” katanya.

Untuk wilayah dumping II, tegasnya, seluas 45 hektar, 51 persennya digunakan untuk hutan kota. Sisanya 49 persen, untuk zone curah cair BBM, gas dan aftur untuk mendukung kegiatan-kegiatan pelabuhan.

Koster juga menjelaskan, Pelindo III juga sepakat akan menghentikan kerja sama dengan restoran Akame, Warung Made, kegiatan water sport termasuk helipad yang ada di kawasan itu.

Terkait penghijauan yakni pengembangan hutan kota akan diisi dengan tanaman yang disesuaikan dengan kondisi alam setempat. “Dalam pengembangan ini tidak boleh ada bisnis di dalam pelabuhan,” tegas Ketua DPD PDI Perjuangan Bali tersebut.

Baca Juga  Dewi Klungkung Culinary Dimeriahkan Puluhan Artis Pop Bali

Dalam desain baru tersebut, katanya, sebagian besar lahan diperuntukkan bagi hutan kota. Sebagian lagi diperuntukkan bagi kawasan pengelolaan energi, industri perikanan dan instalasi IPAL.

Kawasan huta kota, tambah Dirut Pelindo III Doso Agung, akan menjadi salah satu paru-paru Bali, sedangkan sebagian lagi digunakan untuk terminal energi yang menyuplai kebutuhan avtur untuk Bandara Ngurah Rai dan BBM di Pelabuhan Benoa.

Deputi Bidang Infrastruktur Kementerian Koordinator Kemaritiman dan Investasi Ridwan Djamaluddin menyambut baik tuntasnya desain pengembangan Pelabuhan Benoa tersebut. “Bali sudah bergerak lebih cepat,” katanya.

Editor Wes Arimbawa

 

Hosting Indonesia