bvn/r
PENGABDIAN – Prodi D2 Administrasi Jaringan Komputer Jurusan Teknologi Informasi PNB melaksanakan program Pengabdian kepada Masyarakat yang inovatif di Kelurahan Punia, Kota Mataram. Kegiatan yang berlangsung pada 17 Oktober 2025.
MATARAM (BALIVIRALNEWS) –
Dalam upaya mewujudkan keamanan dan keterhubungan digital di tingkat kelurahan, Prodi D2 Administrasi Jaringan Komputer Jurusan Teknologi Informasi Politeknik Negeri Bali melaksanakan program Pengabdian kepada Masyarakat yang inovatif di Kelurahan Punia, Kota Mataram. Kegiatan yang berlangsung pada 17 Oktober 2025 ini mengusung tema “Peningkatan Jalur Keamanan Kelurahan dalam Bentuk Perluasan Akses Keamanan dengan Integrasi CCTV dan Perluasan Jaringan Internet”.
Melalui kolaborasi strategis dengan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Mataram serta PT BLIP, program ini berhasil membangun infrastruktur keamanan terpadu yang mengintegrasikan sistem pengawasan video dengan akses internet publik, menciptakan model smart village yang dapat direplikasi di wilayah lain.
Pelaksanaan program Pengabdian kepada Masyarakat di Kelurahan Punia dilaksanakan pada 17 Oktober 2025 dengan melibatkan multi-stakeholder dari berbagai sektor. Tim pelaksana terdiri atas 7 dosen dan 25 mahasiswa Prodi D2 Administrasi Jaringan Komputer Politeknik Negeri Bali, yang dibagi menjadi tiga kelompok kerja sesuai keahlian masing-masing. Kegiatan dimulai dengan rapat koordinasi pagi hari di Kantor Kelurahan Punia, dihadiri oleh Lurah Punia, perwakilan Diskominfo Kota Mataram, tim teknis dari PT BLIP, serta tokoh masyarakat setempat.
Rangkaian kegiatan utama meliputi tiga tahap utama. Tahap pertama adalah survei dan perencanaan teknis yang telah dilakukan sebulan sebelumnya, meliputi pemetaan lokasi strategis untuk pemasangan CCTV, analisis jalur jaringan internet yang optimal, serta identifikasi kebutuhan infrastruktur pendukung. Tim melakukan survei geografis menggunakan drone untuk menentukan titik-titik dengan cakupan pengawasan maksimal, serta mengidentifikasi potensi gangguan sinyal dan hambatan fisik yang mungkin terjadi.
Tahap kedua adalah implementasi fisik yang dilaksanakan secara maraton pada 17 Oktober 2025. Tim teknis dari PT BLIP membawa dan memasang 5 unit CCTV tipe dome camera dengan resolusi 5MP, dilengkapi dengan fitur night vision dan motion detection. Pemasangan dilakukan di lokasi-lokasi krusial seperti pintu masuk utama kelurahan, pertigaan jalan, area fasilitas umum (balai desa, posyandu), serta beberapa gang yang diidentifikasi sebagai titik rawan kriminalitas. Setiap unit CCTV dihubungkan dengan sistem kabel cat6 dan didukung dengan Power over Ethernet (PoE) untuk meminimalkan kebutuhan instalasi listrik tambahan.
Sementara itu, tim dari Politeknik Negeri Bali fokus pada perluasan jaringan internet. Mereka mengkonfigurasi sistem jaringan fiber optic yang terhubung dengan backbone internet yang telah disediakan oleh Diskominfo Kota Mataram. Perluasan jaringan mencakup pemasangan lima access point Wi-Fi di area publik yang dapat diakses gratis oleh masyarakat, dengan bandwidth yang dialokasikan khusus untuk layanan keamanan dan informasi publik. Setiap access point dilengkapi dengan sistem captive portal yang menampilkan informasi penting dari pemerintah kelurahan.
Tahap ketiga adalah pelatihan dan handover sistem kepada pengelola lokal. Tim pengabdian mengadakan workshop teknis bagi 10 orang perwakilan masyarakat yang akan menjadi operator sistem keamanan. Pelatihan mencakup pengoperasian software monitoring CCTV, dasar-dasar troubleshooting jaringan, serta protokol respons keamanan. Selain itu, disusun juga buku panduan operasional yang disesuaikan dengan konteks lokal dan kemampuan teknis masyarakat.
Prodi D2 Administrasi Jaringan Komputer Politeknik Negeri Bali berperan sebagai otak teknis dan penggerak utama program. Selain menyediakan tim ahli dan mahasiswa untuk implementasi teknis, Program Studi ini juga melakukan riset awal untuk merancang sistem yang sesuai dengan konteks lokal. Keahlian dalam administrasi jaringan, keamanan siber, dan sistem informasi menjadi modal utama dalam mengembangkan solusi yang inovatif namun tetap praktis dan mudah dioperasikan oleh masyarakat. Politeknik Negeri Bali juga menyediakan peralatan teknis seperti laptop, perangkat pengujian jaringan, serta software lisensi yang diperlukan selama pelaksanaan program.
Diskominfo Kota Mataram berperan sebagai mitra pemerintah yang memfasilitasi perizinan, koordinasi dengan instansi terkait, serta menyediakan akses ke infrastruktur digital yang telah ada. Sebagai leading sector dalam transformasi digital di Kota Mataram, Diskominfo membantu mengintegrasikan sistem keamanan kelurahan dengan sistem smart city yang sedang dikembangkan oleh pemerintah kota.
Diskominfo juga berkomitmen untuk menjaga keberlanjutan program melalui alokasi anggaran rutin untuk pemeliharaan sistem dan pengembangan kapasitas sumber daya manusia lokal. Kolaborasi ini sejalan dengan program Diskominfo dalam memperbanyak pemasangan CCTV di lingkungan untuk meningkatkan keamanan publik.
BLIP, sebagai mitra swasta, memberikan kontribusi dalam bentuk dukungan teknologi dan infrastruktur hardware. Perusahaan teknologi ini menyediakan unit CCTV dengan harga khusus untuk program sosial, serta memberikan pelatihan teknis bagi tim pengabdian. PT BLIP juga menawarkan garansi layanan dan dukungan teknis selama satu tahun pasca-implementasi, memastikan sistem beroperasi optimal dan berkelanjutan. Keahlian PT BLIP dalam implementasi sistem keamanan skala enterprise menjadi nilai tambah yang penting dalam menjamin kualitas dan keandalan teknis infrastruktur yang dibangun.
Implementasi program pengabdian ini telah memberikan dampak transformatif yang signifikan bagi masyarakat Kelurahan Punia. Dampak tersebut tidak hanya terukur dari sisi keamanan, tetapi juga mencakup peningkatan akses digital, pemberdayaan ekonomi, dan peningkatan kualitas hidup secara keseluruhan. Perubahan positif mulai terlihat hanya dalam beberapa pekan pasca-implementasi, menunjukkan efektivitas solusi yang dikembangkan.
Peningkatan rasa aman menjadi dampak paling langsung dan signifikan yang dirasakan warga. Data awal yang dikumpulkan oleh aparat kelurahan menunjukkan penurunan 60% insiden pencurian dan vandalisme dalam satu bulan pertama operasional sistem. Warga melaporkan merasa lebih nyaman beraktivitas di malam hari, terutama di area-area yang sebelumnya dianggap rawan. Ibu-ibu yang biasanya berjualan sampai larut malam merasa lebih terlindungi, sementara anak-anak dapat bermain di area publik dengan pengawasan yang lebih baik. (sar/r)









































