bvn/hmden
PERAYAAN NATAL – Penjabat (Pj) Sekda Kota Denpasar I Gusti Ngurah Eddy Mulya menghadiri Perayaan Natal bertajuk “Gema Natal dalam Lintasan Etnik dan Budaya” yang diselenggarakan PGPI Kota Denpasar, di DNA Denpasar, Rabu (14/1) malam.
DENPASAR (BALIVIRALNEWS) –
Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kota Denpasar I Gusti Ngurah Eddy Mulya mewakili Walikota Denpasar IGN Jaya Negara menghadiri perayaan Natal bertajuk “Gema Natal dalam Lintasan Etnik dan Budaya” yang diselenggarakan oleh Persekutuan Gereja-Gereja Pentakosta Indonesia (PGPI) Kota Denpasar, di Gedung Dharma Negara Alaya (DNA), Denpasar, Rabu (14/1) malam.
Perayaan Natal ini turut dihadiri anggota DPRD Kota Denpasar yang sekaligus sebagai Penasihat PGPI Kota Denpasar, Yonathan Andre Baskoro, Pembimas Kristen Kanwil Kementerian Agama Provinsi Bali Eva Florida Simanjuntak, Plt. Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Denpasar Ida Bagus Dibya, Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Muhammad Iqbal Simatupang, Dandim 1611/Badung Kolonel Inf. I Putu Tangkas Wiratawan, Ketua PGPI Provinsi Bali Pdt. Jonathan Soeharto, SH, M.Th, Ketua MPUK Kota Denpasar Pdt. Betha Hasiholan Tamba, M.Th, serta para pendeta dan rohaniawan PGPI Kota Denpasar.
Dalam sambutannya, Pj. Sekda Denpasar I Gusti Ngurah Eddy Mulya menyampaikan rasa syukur dapat bersatu dalam perayaan Natal dengan subtema “Natal Ring Jagat Bali”. Menurutnya, sub tema tersebut sangat relevan karena menggambarkan pesan Natal tentang kelahiran Sang Juruselamat yang melingkupi seluruh jagat Bali, menyentuh hati setiap etnis, budaya, dan generasi di Tanah Dewata.
Ia menegaskan, Denpasar sebagai pusat kehidupan Bali menjadi saksi harmoni Natal yang berpadu dengan tradisi lokal. Umat Pentakosta PGPI telah menunjukkan teladan luar biasa dengan melintasi batas etnis, agama, dan budaya untuk membangun jembatan kasih serta toleransi di tengah dinamika masyarakat urban menuju Bali modern.
“Dari dentingan lonceng gereja yang bergema di antara Pura-Pura megah, hingga nyanyian rohani yang berdampingan dengan gamelan sakral, semua mencerminkan nilai Tri Hita Karana dalam semangat Natal,” ujarnya.
Menurutnya, perayaan ini bukan hanya seremoni, tetapi juga panggilan untuk memperkuat dan memperluas “gema Natal” ke seluruh penjuru jagat Bali sebagai bagian dari reintegrasi sosial dan pembangunan karakter bangsa.
“Untuk itu saya mengajak seluruh komponen bangsa, apa pun identitasnya Hindu, Buddha, Kristen, Katolik, dan Konghucu untuk terus maju bersama mengisi pembangunan ke depan. Kebersamaan, toleransi, dan saling memahami adalah kunci sukses pembangunan,” ujar Eddy Mulya.
Pj. Sekda Eddy Mulya juga mengapresiasi komitmen PGPI dalam mengintegrasikan nilai-nilai Kristiani dengan kearifan lokal Bali seperti gotong royong dan Bhinneka Tunggal Ika. Ia berharap, konsep “Natal Ring Jagat Bali” dapat diwujudkan menjadi gerakan nyata melalui pelayanan sosial dan dialog antarumat beragama yang berkelanjutan.
“Dengan demikian, Denpasar akan tetap menjadi kota yang damai dalam harmoni dan diberkati Tuhan,” tambahnya.
Ketua PGPI Kota Denpasar, Pdt. Norita Megawaty Napitupulu, M.Th, menyampaikan, secara administrasi PGPI Kota Denpasar telah memenuhi seluruh persyaratan. Keberadaan PGPI, menurutnya, tidak hanya sebatas nama, tetapi menjadi wadah nyata untuk berperan aktif dan bersinergi dengan pemerintah.
Ia menjelaskan, PGPI Kota Denpasar secara konsisten melaksanakan kegiatan keagamaan, doa, pelayanan sosial, hingga aksi kemanusiaan. Saat Bali mengalami bencana, PGPI turut hadir membantu dan mendoakan seluruh saudara yang terdampak tanpa memandang perbedaan agama maupun latar belakang.
Untuk itu, dalam perayaan Natal ini, PGPI juga menampilkan berbagai tarian dan unsur budaya sebagai wujud kecintaan terhadap budaya Bali.
“Melalui kegiatan ini, kami menyatakan kesiapan PGPI Kota Denpasar menjadi mitra dan bersinergi dengan pemerintah serta mendukung program-program pemerintah. Kami juga berdoa agar Pemerintah Kota Denpasar senantiasa diberkati dan dipenuhi sukacita,” pungkasnya. (wes/hmden)









































