Beranda Bali News Pujawali di Pura Dalem Sakenan, Ida Bhatara Nyejer Hingga 17 Januari 2023

Pujawali di Pura Dalem Sakenan, Ida Bhatara Nyejer Hingga 17 Januari 2023

bvn/hmden

PUJAWALI – Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara bersama Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa saat mendampingi Gubernur Bali, Wayan Koster melaksanakan Bhakti Pujawali di Pura Dalem Sakenan, Desa Adat Serangan, Denpasar bertepatan dengan Hari Suci Kuningan, Sabtu (14/1).

 

DENPASAR (BALIVIRALNEWS) –

Jajaran Pemkot Denpasar melaksanakan bhakti serangkaian pujawali di Pura Dalem Sakenan, Desa Adat Serangan, Denpasar bertepatan dengan Hari Suci Kuningan, Sabtu (14/1) untuk selanjutnya nyejer hingga Selasa (17/1). Pelaksanaan bhakti pujawali dihadiri langsung Gubernur Bali, Wayan Koster, Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, Sekda Kota Denpasar, IB Alit Wiradana.

Tampak hadir pula Panglingsir Puri Kesiman, AA Ngurah Gede Kusuma Wardana, Ketua TP PKK Kota Denpasar, Ny. Sagung Antari Jaya Negara, Ketua GOW Kota Denpasar, Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa, Ketua DWP Kota Denpasar, Ny. Widnyani Wiradana serta masyarakat dan pemedek yang datang silih berganti sejak pagi hari untuk menghaturkan bhakti.

Diiringi suara kidung dan gender wayang, pelaksanaan upakara diawali dengan sesolahan Tari Topeng Wali, dilanjutkan dengan Tari Rejang Dewa. Puncak pujawali dilaksanakan dengan persembahyangan bersama yang dipuput Ida Pedanda Gede Sari Arimbawa, Griya Tegal Sari, Denpasar dan Ida Pedanda Budha Jelantik Giri, Griya Gunung Sari, Ubud.

Panglingsir Puri Kesiman, AA Ngurah Gede Kusuma Wardana didampingi IB Gede Pidada selaku Prawartaka Karya menjelaskan, pujawali di Pura Sakenan Kota Denpasar kali ini kembali dilaksanakan dengan normal lantaran sudah dicabutnya PPKM. Namun, secara tatwa, pelaksanaan pujawali tetap berlangsung sebagaimana tahun sebelumnya. Meski demikian, masyarakat yang hadir diharapkan untuk tetap menerapkan prokes dan tidak menggunakan plastik sekali pakai.

Baca Juga  BI Perkuat Kompetensi Mahasiswa Komunitas Genbi di Bidang Kebangsentralan

“Secara tatwa pelaksanaan upakara tetap sama. Untuk tahun ini tidak dilaksanakan pembatasan sebagaimana tahun sebelumnya, sehingga dalam pujawali Ida Bhatara nyejer selama 3 hari. Hal itu karena PPKM sudah resmi dicabut, namun pemedek diharapkan tetap disiplin dan tidak menggunakan plastik sekali pakai,” ujarnya sembari menegaskan agar pemedek datang bergantian hingga upacara penyineban pada Selasa (17/1) mendatang.

Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara didampingi Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Winawa usai persembahyangan mengatakan, pelaksanaan bhakti piodalan ini dilaksanakan sebagai wujud sradha bhakti umat kepada Ida Sang Hyang Widi Wasa untuk menciptakan kerahayuan jagat. Karenanya, sudah sepatutnya seluruh elemen masyarakat, utamanya krama untuk menjadikan ini sebagai sebuah momentum dalam menjaga keharmonisan antara parahyangan, palemahan, dan pawongan sebagai impelementasi dari Tri Hita Karana

“Dengan pelaksanaan upacara ini mari kita tingkatkan rasa sradha bhakti kita sebagai upaya menjaga harmonisasi antara Parahyangan, pawongan, dan palemahan sebagai impelementasi Tri Hita Karana,” ujar Jaya Negara sembari mengucapkan Rahajeng Rahina Kuningan bagi umat se-Dharma

Usai melaksanakan bhakti pujawali di Pura Dalem Sakenan, Walikota Jaya Negara bersama Ketua TP PKK Kota Denpasar, Ny. Sagung Antari Jaya Negara melaksanakan bhakti pujawali di Pura Dalem Susunan Wadon yang juga berlokasi di kawasan Desa Adat Serangan. (gie/hmden)