Beranda Badung News Remajakan Pipa Induk Belusung-Tuban, Perumda Air Minum Tirta Mangutama Badung Perlukan Rp...

Remajakan Pipa Induk Belusung-Tuban, Perumda Air Minum Tirta Mangutama Badung Perlukan Rp 400 Miliar

sar

I Wayan Suyasa

 

MANGUPURA (BALIVIRALNEWS) –

Tidak tanggung-tanggung, investasi untuk meremajakan jaringan pipa induk dari Belusung Denpasar hingga Tuban membutuhkan dana hingga Rp 400 miliar. Ini jika ingin menekan seminimal mungkin kebocoran air yang terjadi saat ini.

Hal itu diungkapkan Dirut Perumda Air Minum Tirta Mangutama Badung Wayan Suyasa didampingi Dirtek Made Suwarsa dan Dirumnya Made Sugita. “Ya setidaknya memerlukan Rp 400 miliar,” tegasnya.

Untuk apa saja uang sebanyak itu? Pembelian pipa induknya saja dipastikan tidak terlalu mahal. Yang mahal, katanya, proses pemasangan serta pengaspalan ulang di tempat pembongkaran pipa induk tersebut.

Menurutnya, pengaspalan ulang pembongkaran pipa di badan jalan tak bisa hanya pengaspalan di tempat pembongkaran pipa tersebut. Syarat yang harus dijalankan, katanya, pengaspalan untuk semua ruas jalan. “Bisa dibayangkan, biaya pengaspalan yang dibutuhkan jika pembongakaran pipa di jalan berstatus nasional,” tegasnya.

Mengenai pipa induk yang ada saat ini, ujarnya, sudah sangat kedaluwarsa sehingga perlu diremajakan jika ingin menekan serendah-rendahnya kehilangan air. Selain sudah berumur, pipa tersebut terbuat dari asbes sehingga mudah pecah.

Selain pipa, ungkap Suyasa, pipa induk ditanam di kedalaman 4 hingga 7 meter. Ketika terjadi kebocoran, airnya tidak ke  permukaan tetapi langsung masuk ke tanah sehingga sulit terdeteksi. “Ini salah satu kendala kenapa kebocoran atau kehilangan air di PDAM Badung masih cukup tinggi. Ini dominan karena jaringan atau pipa induk yang memang sudah kedaluwarsa,” ungkapnya.

Walau begitu, dengan berbagai upaya seperti melakukan pengawasan ketat terhadap perilaku sengaja mencuri air di kalangan pelanggan serta memproduksi air di tempat terdekat, kehilangan air bisa ditekan. Jika sebelumnya mencapai 41 persen, saat ini sudah bisa ditekan di angka 39 persen.

Baca Juga  Kasus Baru Covid-19 di Bali Bertambah 22, Kasus Sembuh Bertambah 23 Orang

Editor N. Sarmawa