Beranda Berita Utama Rumah Kosong hingga Hewan Peliharaan Jadi Alasan OTG-GR di Denpasar Tolak Isoter

Rumah Kosong hingga Hewan Peliharaan Jadi Alasan OTG-GR di Denpasar Tolak Isoter

ist

Penjemputan pasien covid-19 untuk melakukan isoter.

 

DENPASAR (BALIVIRALNEWS) –

Untuk mempercepat penanganan pandemi covid-19, pemerintah mewajibkan OTG-GR untuk melakukan isolasi terpusat (isoter). Khusus untuk di Kota Denpasar, sudah disiapkan 8 tempat isolasi terpusat.

Akan tetapi, di lapangan masih ditemui ada beberapa masyarakat yang tidak mau dibawa ke isoter dengan berbagai alasan, mulai dari rumah kosong hingga memiliki hewan peliharaan. Hal ini dikatakan Juru Bicara Satgas Penanganan Kota Denpasar Dewa Gede Rai saat ditemui di Denpasar, Minggu (1/9).

Dewa Rai menambahkan, selama ini memang ada masyarakat yang melakukan penolakan ataupun berkelit saat akan diajak ke tempat isoter. Salah satu alasan yang kerap ditemui di lapangan yakni yang bersangkutan memiliki hewan piaraan dan rumahnya kosong.

“Ada beberapa alasan memang untuk berkelit saat akan diajak ke isoter. Ada yang bilang rumahnya kosong, bahkan ada yang bilang dirinya memiliki hewan piaraan,” katanya.

Walaupun demikian, Dewa Rai mengatakan Satgas tak serta merta menerima alasan tersebut. Apabila di rumah tersebut masih ada kerabat yang bisa melakukan pemeliharaan terhadap hewan piaraan tersebut, yang bersangkutan akan dibawa ke isoter.

“Kalau misalnya memang sendiri, kami pertimbangkan misalnya kelayakan rumahnya, bagaimana lingkungan sekitar, apakah padat atau tidak. Jika memungkinkan baru kami izinkan dengan pengawasan dari Satgas,” katanya.

Sampai saat ini, Dewa Rai mengatakan masih ada puluhan warga yang menjalani isolasi mandiri. Kebanyakan dari mereka adalah usia lanjut dan anak-anak yang memang membutuhkan pendampingan. Lebih lanjut I Dewa Gede Rai mengatakan, yang masih diizinkan untuk melakukan Isoman yakni lansia dan anak-anak.

“Lansia dan membutuhkan pelayanan lebih kami izinkan isoman, begitu pula anak-anak kami izinkan,” kata Dewa Rai. Namun, meskipun diizinkan untuk melakukan isoman, mereka tetap diawasi oleh Satgas di masing-masing wilayah.

Baca Juga  Bertemu PM Malaysia, Presiden Jokowi Dorong Penyelesaian MoU Perlindungan TKI dan Negosiasi Batas Negara

Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, mereka juga diberikan bantuan sembako yang disalurkan Dinas Sosial melalui desa/kelurahan. (wes/hmden)