bvn/jubir-unud
MONITORING – Tim peneliti FKP Unud melakukan monitoring dan riset kesehatan terumbu karang di area ICRG Bali Utara.
SINGARAJA (BALIVIRALNEWS) –
Pemerintah meluncurkan Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) Padat Karya Restorasi Terumbu karang (ICRG)/PEN-ICRG (Indonesia Coral Reef Garden) sebagai upaya perbaikan ekonomi di Bali 2020 silam. Ini merupakan kegiatan restorasi terumbu karang yang terluas/terbesar yang pernah dilakukan di Indonesia. Khusus di daerah Bali Utara, tak kurang dari 850 struktur yang di antaranya berbentuk roti buaya, fish dome, patung dan pasak bumi diturunkan sepanjang pesisir Bali Utara, mulai dari daerah Les (Tejakula) hingga ke daerah Lovina (Buleleng).
Pada Sabtu, 23 September 2023, bekerja sama dengan Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas) Kertha Winangun Desa Pacung, Fakultas Kelautan dan Perikanan (FKP) Universitas Udayana yang dipimpin Dr. Dwi Budi Wiyanto (Ketua Peneliti) dan Putu Satya Pratama Atmaja, M.Si (anggota Peneliti) serta beberapa mahasiswa yang tergabung dalam kelompok selam Ilmiah Bharuna Scientific Diving Club melakukan riset berkala berkaitan kesehatan dan keberhasilan hidup terumbu karang di daerah transplantasi karang ICRG Bali Utara.
Secara terpisah, Dr. Dwi Budi Wiyanto menyampaikan, monitoring kesehatan dan kesuksesan hidup karang sangat diperlukan untuk dilakukan secara berkala. ”Keberadaan data yang valid secara ilmiah dapat menjadi dasar penentuan keberhasilan proyek besar seperti ICRG yang memiliki tujuan sangat mulia dalam menjaga keberlanjutan eksosistem laut,” imbuhnya.
Monitoring dilakukan selama 2 hari (23-24 September 2023) yang mencakup daerah pesisir Bali Utara, mulai dari Les Paradise site (Tejakula), Pantai Sasahan (Bondalem), hingga ke Pantai Penimbangan (Buleleng). Nyoman Putra, selaku Ketua Pokmaswas Desa Pacung menyampaikan, keinginan kuat untuk merestorasi dan melestarikan terumbu karang harus dibarengi dengan monitoring dan evaluasi secara berkala agar lebih berdaya guna. “Kolaborasi merupakan kunci, FKP Unud sebagai sebuah penyelenggara pendidikan tinggi bidang kelautan dan perikanan perlu mendapat apresiasi tinggi karena telah secara berkala turun langsung melakukan monitoring,” tutupnya.
Sudah 3 tahun sejak proyek ICRG diluncurkan, output yang diharapkan selain keberhasilan tumbuh terumbu karang, masyarakat sebagai ujung tombak utama bisa menjaga dan merawat kebun karang ICRG yang telah dibangun dan dapat menuai manfaat baik secara langsung maupun tidak langsung. (sar/jubir-unud)
Sumber: http://www.unud.ac.id








































