Beranda Berita Utama Tim Yustisi Jaring 22 Pelanggar Prokes, 7 Orang Dirapid Tes Antigen

Tim Yustisi Jaring 22 Pelanggar Prokes, 7 Orang Dirapid Tes Antigen

ist

Para pelanggar prokes langsung menjalani rapid test antigen.

 

DENPASAR (BALIVIRALNEWS) –

Tim Yustisi Kota Denpasar menjaring 22 orang pelanggar protokol kesehatan (prokes) saat melakukan penertiban pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) skala mikro di wilayah Desa Dauh Puri Kelod, Kecamatan Denpasar Barat yakni di seputaran Jalan Sudirman-Jalan Waturenggong-Jalan Diponegoro pada Rabu (17/2).

Dari jumlah yang terjaring 7 orang langsung dirapid test antigen oleh Tim Kesehatan dan hasilnya semua non-reaktif. “Dalam kegiatan ini hanya 7 dirapid tes antigen karena pelanggar yang lain telah membawa hasil swab,” ungkap Kasatpol PP Kota Denpasar Dewa Gede Anom Sayoga saat dikorfirmasi.

Lebih lanjut Sayoga mengatakan, rapid test antigen yang dilakukan kepada pelanggar adalah dalam upaya pencegahan penularan covid 19 secara real, sehingga selain sidak masker, upaya menekan penularan covid 19, pelanggar juga harus diketahui kondisi kesehatannya. Jika dalam sidak ini pelanggar ada hasil rapid testnya reaktif, akan langsung digiring ke rumah singgah untuk diisolasi.

Menurutnya, selama bertugas tidak mengalami kesusahan, namun dia tidak menutup kemungkinan bahwa ada masyarakat yang marah-marah saat dilakukan penertiban. Marahnya pelanggar, menurut Sayoga, mungkin karena jenuh dengan pandemi ini dan juga karena faktor perekonomian masyarakat. Mengingat banyak masyarakat yang kehilangan pekerjaannya maupun dirumahkan oleh perusahaan tempat mereka bekerja.

Dalam kegiatan tersebut, 22 orang terjaring lantaran tidak menerapkan standar protokol kesehatan dengan benar yakni tidak menggunakan masker dengan tepat dan tidak membawa masker. Sebanyak 13 orang diganjar denda Rp100 ribu sesuai Pergub Bali Nomor 46 Tahun 2020 lantaran tidak membawa masker dan 9 orang lainya diberikan ganjaran berupa teguran simpati dan hukuman sosial karena memakai masker yang tidak sempurna.

Baca Juga  Warga Denpasar Diimbau Waspada, Badai La Nina Diprediksi Terjadi dari November-Februari

Editor Wes Arimbawa