ist
QRIS – Trisno Nugroho bersama Wagub dan pejabat BC dan Bank Mandiri saat launching digitalisasi pembayaran BC lewat QRIS, Selasa (26/10).
MANGUPURA (BALIVIRALNEWS) –
Kepala Kantor Perwakilan (KPw) BI Bali Trisno Nugroho memastikan pengguna QRIS aman dan terhindar kejahatan digital. Kepastikan ini diungkapkannya saat ditanya seusai launching Digitalisasi Pembayaran Bea Cukai lewat QRIS di BC Ngurah Rai Tuban, Selasa (26/10).
Dia pun merinci teknis pemberian izin kepada bank pengguna QRIS. Sebelum bisa menggunakan QRIS, pihak BI melakukan pengecekan dulu terkait sistemnya, bagaimana keamanannya dan dites. Setelah memang aman, kata Trisno, izinnya baru dikeluarkan.
Selanjutnya, kata pejabat asal Cilacap Jawa Tengah tersebut, setahun sekali pengguna diperiksa. Berikutnya, kita punya yang namanya pro dengan konsumen. “Kalau ada konflik atau masalah antara konsumen dengan bank QRIS-nya ini bisa dimediasi,” katanya.
Dia mengaku pernah mencoba, ada kelebihan transaksi sejuta. Kesalahan menekan angka 0. “Saya langsung kontak kepada banknya bahwa saya kelebihan bayar, akhirnya uangnya dibalikin. Kalau tidak bisa, nanti kita mediasi antara bank sama customer-nya. Jadi kita sudah antisipasilah. Untuk keamanan nasabah, keamanan kita semua, lebih aman menggunakan fasilitas ini, tidak ada ketakutan lagi,” tegasnya.
Sementara itu, data dari Bea Cukai Ngurah Rai, potensi pembayaran setiap bulannya sekitar Rp 2 miliar untuk bea masuk baik melalui bandara maupun Kantor Pos. “Selama ini, pembayaran dilakukan lewat EDC. Hal ini karena QRIS baru launching hari ini. Saat ini 100 persen pembayaran dilakukan lewat QRIS, tak ada lagi pembayaran dengan tunai,” ujar sumber Kantor Pengawasan dan Pelayanan BC Ngurah Rai. (sar/bvn)









































