ist
PEMAHAYU – Wawali Jaya Negara mengahdiri karya Pemahayu Jagat di Pura Prajapati Setra Badung, Senin (14/12/2020).
DENPASAR (BALIVIRALNEWS) –
Bertepatan dengan Rahina Tilem Sasih ke Enem, Senin (14/12) Pemerintah Kota Denpasar menggelar upacara Karya Pemahayu Jagat secara serentak di Denpasar, yang kali ini di dilaksanakan di Pura Prajapati Setra Badung, Denpasar Barat.
Kegiatan ini sebagai upaya untuk memohon kehadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa agar memberikan keselamatan dan keberkahan kepada masyarakat Kota Denpasar dan memohon terhindar nya dari merebaknya covid-19 serta penyakit berbahaya lainya di Kota Denpasar. Selama ini Pemerintah Kota Denpasar melalui Satgas Penanganan Covid 19 sudah gencar melaksanakan beragam upaya, selain menerapkan mitigasi serta penanganan yang komprehensif serta sosialisasi yang masif, jalan niskala juga ditempuh dengan menggelar Upacara Pemahayu Jagat ini.
Upacara Pemahayu Jagat ini di hadiri langsung Wakil Walikota Denpasar, IGN Jaya Negara didampingi Kabag Kesra Kota Denpasar, Made Raka Purwantara beserta beberapa OPD di lingkungan Pemkot Denpasar. Seluruh rangkaian upacara yang bertujuan untuk memohon petunjuk serta meningkatkan sradha bhakti umat dalam penanganan virus corona serta wabah penyakit lainya ini dipuput Ida Pedanda Gede Sari Arimbawa, Griya Tegal Sari Denpasar.
Wawali Jaya Negara mengatakan, sebagai umat Hindu tentunya kita percaya dengan kebesaran Ida Sang Hyang Widi Wasa. Dalam penanganan merana atau wabah penyakit yang menimpa dunia, Indonesia dan Bali saat ini sudah menjadi kewajiban kita untuk meningkatkan seradha dan bhakti, serta memohon perlindungan dan keselamatan umat manusia, selain juga tetap melaksanakan upaya preventif pencegahan dengan mitigasi dan protokol kesehatan secara masif dan intensif.
Kabag Kesra, Raka Purwantara menambahkan, Karya Pamahayu Jagat ini sudah setiap tahun diadakan oleh Pemkot Denpasar, yang bertujuan agar masyarakat Kota Denpasar selalu mendapatkan keselamatan dan terhindar dari segala marabahaya, baik itu alam maupun hal lainya yang tidak diinginkan.
Editor Wes Arimbawa









































