Beranda Another Region News Masuk Kategori OTG, 16 PPLN yang Positif Covid-19 tak Sampai Dirawat di...

Masuk Kategori OTG, 16 PPLN yang Positif Covid-19 tak Sampai Dirawat di Rumah Sakit

ist

NARASUMBER – Made Rentin (dua dari kiri) saat menjadi narasumber pada temu wartawan “Persiapan Indonesia Menjadi Tuan Rumah Global Platform for Disaster Risk Reduction (GPDRR) Ke-7 Tahun 2022” di sebuah hotel di bilangan Seminyak, Kamis (10/3/2022).

 

MANGUPURA (BALIVIRALNEWS) –

Dari 4.000 pelaku perjalanan luar negeri (PPLN) yang masuk Bali, angka bergejala positif covid-19 sedikit sekali. Tidak lebih dari 0,5 persen atau hanya 16 orang saja. Walau begitu, semuanya masuk kategori orang tanpa gejala (OTG) sehingga cukup dirawat di hotel tempatnya menginap.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Pelaksana (Kalaks) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bali yang juga Sekretaris Satgas Covid-19 Bali Made Rentin, di sela-sela temu wartawan “Persiapan Indonesia Menjadi Tuan Rumah Global Platform for Disaster Risk Reduction (GPDRR) Ke-7 Tahun 2022” di sebuah hotel di bilangan Seminyak, Kamis (10/3/2022). “Ya angkanya antara 0,5 sampai 0,6 PPLN yang positif. Sedikit sekali. Itu pun kondisinya sehat yakni orang tanpa gela (OTG),” tegasnya.

Karena itu, mereka tidak wajib dibawa ke rumah sakit, cukup melakukan perawatan di hotel isolasi. Selanjutnya hari kelima sesuai dengan aturan pak Menteri Kesehatan sudah boleh dites PCR berikutnya. Ketika hasilnya negatif, mereka sudah clear dan dinyatakan selesai menjalani masa isolasi,” tegasnya.

Saat ditanya dari mana saja negara asal PPLN tersebut, Rentin menyatakan banyak. Pada penerbangan pertama Narita ada satu positif yang berkewarganegaraan Indonesia, yang datang dari Singapura yang lebih dominan. Namun yang Sidney belum ditemukan yang positif.

Mereka semua dirawat di hotel masing-masing tempatnya menginap. Hal ini, ujar Rentin, karena hotel di samping menyediakan untuk tempat menginap bagi PPLN, juga diminta kesiapan hotel itu sebagai tempat isolasi jika turis ditemukan ada yang positif. Turis itu langsung dirawat di sana. Turis yang sudah stay di sebuah hotel, katanya, malas untuk berpindah apalagi disuruh ke rumah sakit.

Baca Juga  Wabup Suiasa Apresiasi Rencana Pembangunan TPST oleh PT Tirta Investama Aqua Mambal

Ketentuan ke rumah sakit, tegas Rentin yang juga Plt. Kadis Kesehatan Provinsi Bali tersebut, ketika mereka bergejala sedang, berat atau kritis. “Sejauh ini, dari 16 orang yang positif, tidak ada yang sampai kritis. Sedang saja tidak ada, apalagi kritis. Semua OTG, orang tanpa gejala. Jadi protapnya tetap di-treatment dan perawatan di hotel tempat mereka menginap,” tegasnya.

Menurut Made rentin, hotel tersebut sudah siap tiga lapis. Satu punya klinik hotel, dua diawasi oleh KKP, dan ketiga diawasi oleh Satgas Covid-19 di bawah komando Kementerian Kesehatan. (sar/bvn)