Beranda Another Region News Targetkan Tujuh Sasaran, GPDRR Ke-7 di Bali Diikuti Delegasi dari 193 Negara

Targetkan Tujuh Sasaran, GPDRR Ke-7 di Bali Diikuti Delegasi dari 193 Negara

ist

Raditya Jati dan Made Rentin.

 

MANGUPURA (BALIVIRALNEWS) –

Global Platform for Disaster Risk Reduction (GPDRR) yang akan berlangsung pada Mei 2022 mendatang akan diikuti oleh 4.000 orang yang merupakan delegasi dari 193 negara di dunia. Hal tersebut diungkapkan Deputi Bidang Sistem dan Strategi BNPB, Dr. Raditya Jati saat Temu Media Persiapan Indonesia Jadi Tuan Rumah GPDRR, Kamis (3/10).

Output dari GPDRR di Bali, ujarnya, sesungguhnya komitmen apa di dunia ini dalam hal mengurangi risiko di dalam kebencanaan. Setidaknya ada tujuh sasaran yang ingin dicapai. Pertama, mengurangi korban jiwa, kedua, mengurangi warga terdampak, ketiga mengurangi kerugian sosial ekonomi, keempat mengurangi kerusakan infrastruktur, kelima peningkatan strategi pengurangan risiko bencana di tataran nasional dan di daerah, keenam meningkatkan kerja sama internasional dan yang ketujuh aksesibilitas multisistem yang bisa diakses oleh masyarakat.

Artinya tujuh target ini menjadi sasaran utama bagaimana kita mereview ulang perjalanan kebencanaan mulai 2015 memahami risiko bencana. Selanjutnya, bagaimana tata kelolanya dalam pengelolaan risiko bencana, dan terakhir investasi pengurangan risiko bencana, membangun kembali dan kita siap menghadapi bencana.

Dia menegaskan, GPDRR bukan hanya seremoni tetapi menjadi responsibility, tanggung jawab kita bersama untuk mengurangi risiko membangun resilenci menghadapi bencana Bali ada deklarasi untuk dunia.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Bali yang juga Sekretaris Satgas Covid-19 Bali Made Rentin menyatakan, Bali sudah biasa dan sangat siap menjadi tuan rumah perhelatan nasional dan internasional. “Yang istimewa, karena perhelatan GPDRR ini digelar saat pandemi covid-19 seperti saat ini,” tegasnya.

Karena itu, ujar Made Rentin yang juga Plt. Kadis Kesehatan Bali itu, prokes secara konsisten dijaga. Selanjutnya, screaning di pintu-pintu masuk. Kendati kebijakan tanpa karantina masuk Bali sudah diterapkan sejak tanggal 7 Maret yang lalu, ungkapnya, prokes dan screaning di pntu masuk di Bandara Ngurah Rai tetap dijalankan,

Baca Juga  Bertambah 63 Orang, Persentase Kesembuhan Covid-19 di Bali Capai 87,32 Persen

Menurutnya, entri test di bandara tetap dilakukan, hanya yang hasil negatif PCS boleh lanjut beraktivitas. Tiak hanya sebatas di hotel tetapi di dalam Pulau Bali secara keseluruhan termasuk kontrol tes di hari ketiga. “Itu tetap diterapkan,” tegasnya.

Kesiapan lainnya dari sisi dukungan sektor kesehatan, terutama rumah sakit. Di Bali ada 64 rumah sakit secara keseluruhan. Tetapi spesifik untuk perhelatan event internasional, pihaknya siapkan 19 RS berstandar internasional. Itu tersebar sekurang-kurangnya di empat kawasan. Di Ubud untuk Kabupaten Gianyar, ada di Nusa Dua dan Kuta untuk Kabupaten Badung, Sanur untuk di Kota Denpasar. Ini sesungguhnya semua ready di bawah koordinator RS Sanglah.

Selanjutnya RS tak lepas dari lab. Lab konteksnya di masa pandemi covid-19 untuk tes dan uji sampel terpapar atau tidaknya covid-19. Kita berharap event-event internasional  yang berlangsung di Bali tidak sebatas GPDRR, ada Minamata, puncaknya nanti ada G20 di November 2022, semua bisa berlangsung engan baik. “Yang paling utama adalah kesan positif dan kesan baik yang dirasakan oleh seluruh delegasi,” ujar Made Rentin. (sar/bvn)