ist
Sekda Badung Wayan Adi Arnawa
MANGUPURA (BALIVIRALNEWS) –
Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang digagas dan dijalankan Pemkab Badung senilai Rp 30 miliar dipastikan takkan mengganggu program lainnya, termasuk kewajiban terhadap gaji aparatur. Hal tersebut ditegaskan Sekda Badung Wayan Adi Arnawa seusai menyerahkan KUA PPAS 2022 Badung kepada pimpinan DPRD, Kamis (22/7/2021).
Badung dalam kondisi saat ini, ujarnya, masih punya anggaran yang masih disisir-sisir dari efisiensi. Selain itu, ada deviden di BPD Bali Rp 55 miliar yang belum diarahkan. “Dari dua pos itu (hasil penyisiran dan deviden BPD Bali, red) kita bisa mengumpulkan dana hingga Rp82 miliar lebih untuk belanja tidak terduga (BTT),” ungkap mantan Kadispenda Badung ini.
Selanjutnya Sekda menyodorkan program untuk penanganan covid-19 melalui antisipasi penambahan bed di gedung D RSD Mangusada. “Setelah dikurangi untuk penanganan covid melalui penambahan bed dan penggunaan gedung D RSD Mangusada, masih ada sisa dana yang bisa diarahkan untuk BTT Rp 57 miliar. “Setelah disampaikan, Bupati langsung memerintahkan saya untuk memberikan ke rakyat. Dalam situasi seperti ini, rakyat sangat perlu dibantu,” tegas Adi Arnawa.
Secara keseluruhan, ujar Adi Arnawa, Badung mengalokasikan anggaran Rp 29,6 miliar untuk BLT. Dana ini akan diterima oleh 98.830 kepala keluarga (KK) dari 129.149 KK yang ada di Badung. Masing-masing KK menerima BLT sebesar Rp 300.000.
Sisanya 30.319 KK tidak lagi bisa menerima BLT karena sudah menerima bantuan dari pemerintah pusat baik bantuan sosial tunai (BST), bantuan pangan non tunai (BPNT), termasuk bantuan langsung tunai dana desa (BLTDD). Dengan begitu, tidak ada KK yang tak memperoleh bantuan. (sar/bvn)









































