bvn/sar
SERAHKAN BUKU – Ketua SDB masa bakti 2018-2023 Wayan Puja Duarsa menyerahkan batuan buku Hindu kepada peserta serangkaian HUT ke-19 SDB, Minggu (26/11/2023).
DENPASAR (BALIVIRALNEWS) –
Ketut Gede Sugita akhirnya terpilih secara aklamasi untuk memimpin Seka Demen Bali (SDB) masa bakti 2023-2028. Hal ini diputuskan dalam acara Pesamuhan V SDB yang dipimpin Ketua Sidang Jro Mangku Ketut Serinama dan berlangsung di TK Candrakasih Bilangan Jalan Ayani Peguyangan, Minggu (26/11/2023).
Selanjutnya, Ketut Gede Sugita yang juga dosen Fakultas Teknis Unud tersebut diberi kepercayaan untuk melengkapi kepengurusan, termasuk menambah kepengurusan dengan Dewan Pakar. “Kami akan tetap melibatkan pengurus lama dan menambahkan dengan pengurus baru dari unsur milenial termasuk Gen-Z,” ujar Sugita usai terpilih.
Ditanya mengenai program SDB ke depan, Ketut Gede Sugita menyatakan, pihaknya sudah mendiskusikan program dengan tim berupa program terkait pelaksanaan adat Bali yang bersinergi dengan globalisasi zaman sekarang. Dengan begitu, adat di Bali berkembang sesuai dengan zaman yang ada. “Inilah yang sedang kami susun,” ungkapnya.

HUT ke-19 SDB ditandai pemotongan tumpeng.
Pesamuhan V SDB yang dihadiri oleh Wayan Puja Duarsa (Ketua SDB masa bakti 2018-2023), Sekretaris sekaligus Ketua Panitia Ketut Gede Sugita, unsur Dewan Pengawas Jro Mangku Ketut Serinama, unsur Dewan Pembina Gusti Ngurah Puja, serta puluhan anggota lainnya, juga diisi dengan perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-19 SDB. Selain pemotongan tumpeng, HUT juga diisi dengan penyerahan plakat penghargaan kepada para pendiri SDB yang sudah berpulang yakni Prof. IB Sudana, dan Ibu Rai Astuti. “HUT juga kami isi dengan penyerahan sumbangan buku-buku Hindu kepada semua peserta pesamuhan,” tambah Wayan Puja Duarsa.
Pada kesempatan itu, Puja Duarsa kembali menyampaikan sikap SDB untuk tetap menolak pengeboran panas bumi (gethermal) di Bedugul, menolak pembangunan RPH Temesi, serta menolak pengembangan wisata syariah di Bali. “Ini tetap menjadi komitmen lembaga yakni SDB,” tegasnya.
Hal lain yang menjadi perhatian SDB ke depan yakni produksi dupa yang harus menjaga unsur sukla karena merupakan sarana suci. “Kami juga berharap kepada masyarakat Hindu Bali untuk menggunakan buah lokal untuk menunjang sarana upakara. Penggunaan buah lokal akan mampu membangkitkan ekonomi masyarakat Bali karena kebutuhan buah-buahan untuk sarana upakara di Bali cukup tinggi,” tegas Puja Duarsa. (sar)









































