Beranda Bali News Berharap Mahasiswa Cakap Kelola Keuangan, OJK Gandeng Bank BPD Bali Gelar “NGOPI...

Berharap Mahasiswa Cakap Kelola Keuangan, OJK Gandeng Bank BPD Bali Gelar “NGOPI KUY”

bvn/sar

KETERANGAN PERS – Direktur Literasi dan Edukasi Keuangan OJK Cecep Setiawan didampingi Dirut BPD Bali dan Direktur PNB memberikan keterangan pers di sela-sela kegiatan “Ngobrol Pintar Seputar Keuangan Yuk (NGOPI KUY)”, Senin (25/8/2025).

 

MANGUPURA (BALIVIRALNEWS) –

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) RI dengan didukung Bank BPD Bali, Senin (25/8/2025) menggelar kegiatan “Ngobrol Pintar Seputar Keuangan Yuk (NGOPI KUY)”. Acara bertajuk literasi dan edukasi tersebut digelar di Gedung Widya Padma, Politeknik Negeri Bali (PNB) di Jalan Uluwatu No.45 Jimbaran, Kuta Selatan.

Hadir pada acara tersebut, Direktur Literasi dan Edukasi Keuangan OJK Cecep Setiawan, Direktur Pengawasan Perilaku PUJK, Edukasi, Perlindungan Konsumen, dan Layanan Manajemen Strategis OJK Provinsi Bali Irhamsah, Direktur Utama Bank BPD Bali Nyoman Sudharma, dan Direktur PNB Bali I Nyoman Abdi, SE, M.eCom. Acara tersebut juga melibatkan sekitar 500 mahasiswa PNB Bali.

Pada kesempatan tersebut, Direktur Literasi dan Edukasi Keuangan OJK Cecep Setiawan menegaskan, ini merupakan kegiatan rutin OJK. “Saat ini didukung oleh Bank BPD Bali termasuk Direktur PNB Nyoman Abdi, kami menggelar literasi dan edukasi keuangan secara masif,” tegasnya.

Dia menegaskan, mahasiswa dan pemuda secara umum merupakan generasi emas Indonesia di tahun 2045. Melalui peningkatan literasi dan inklusi, dia berharap generasi muda lebih cakap di sektor keuangan, lebih mampu memilah, mana pengeluaran yang baik, mana pengeluaran yang tidak baik. Selain itu, budaya menabung bisa ditingkatkan sehingga harapannya secara individu kesejahteraan meningkat, pelaku usaha jasa keuangan (PUJK) lebih sehat, serta stabilitas keuangan negara lebih terjaga.

Peserta NGOPI KUY OJK tampak antusias.

Ditanya mengenai dampak negatif apa yang perlu diantisipasi terkait digitalisasi dalam hal transaksi, Cecep Setiawan menyatakan, digitalisasi memang memberikan banyak kemudahan kepada masyarakat, para mahasiswa termasuk kita semua. Namun, dia juga mengakui, digitalisasi ini juga menimbulkan kerentanan-kerentanan seperti banyak sekali penipuan maupun kejahatan ilegal.

Baca Juga  Bupati Giri Prasta Hadiri Upacara Rsi Yadnya Munggah Sulinggih di Desa Bakas, Banjarangkan Klungkung

“Kami dari OJK membentuk Satgas PASTI termasuk Indonesia Anti Scam Center sebagai bentuk kolaborasi antarkementerian. Digitalisasi ini penting tetapi kerentanan-kerentanan yang timbul juga akan kita terus waspadai bersama dengan strategi kolaboratif yang melibatkan semua stakeholder,” katanya.

Dirut Bank BPD Bali Nyoman Sudharma menambahkan, dengan digitalisasi, seluruh PUJK wajib menyampaikan mengenai manfaat, risiko dan karakteristik produk dan layanan yang dimiliki. Tentunya, ini harus dipahami sehingga program edukasi dan literasi ini perlu dioptimalisasi oleh seluruh PUJK. “Di kampus ini, tadi juga ada duta pelayanan untuk bisa memperluas informasi kepada masyarakat,” ujarnya.

Sementara Direktur PNB Nyoman Abdi menyatakan, sebagai lembaga pendidikan vokasi akan bersinergi dengan OJK termasuk bank yang ada di seluruh Indonesia untuk selalu memperkuat SDM di bidang digitalisasi. “Kami punya prodi yang mengarah kepada digitalisasi terkhusus bisnis digital yaitu Bagian Akuntansi Bisnis Digital. SDM ini nanti yang bisa memperkuat implementasi dari digitalisasi keuangan. Semoga penguatan-penguatan sumber daya manusia ini, maka anak-anak bangsa akan mampu memberikan penguatan kepada program yang diinisiasi oleh OJK,” katanya.

Di bagian lain, Direktur Pengawasan Perilaku PUJK, Edukasi, Perlindungan Konsumen, dan Layanan Manajemen Strategis OJK Provinsi Bali Irhamsah memberikan ucapan selamat dan apresiasi atas kerja sama ini. Memang kampus merupakan aliansi strategis OJK dan merupakan agen perubahan yang bagus untuk kita semua.

Dia menilai, memang digital itu penting karena satu hal yang menjadi menarik adalah banyak sekali scam atau penipuan. “Dalam rangka itu, kami di Satgas Daerah Bali yang merupakan forum koordinasi lintas kementerian/lembaga akan lebih memperketat pengawasan untuk menekan kasus-kasus penipuan yang terjadi di dunia digital,” ungkapnya. (sar)

Baca Juga  Dukung GBBI 2021, BI dan Pemkot Denpasar Selenggarakan Webminar Transformasi Digital UMKM