Beranda Badung News Puspa Negara Minta Investasi Mendukung Lingkungan, Graha Wicaksana Minta Ada “Multiplayer Effect”

Puspa Negara Minta Investasi Mendukung Lingkungan, Graha Wicaksana Minta Ada “Multiplayer Effect”

bvn/sar

Anggota Komisi I Wayan Puspa Negara.

 

MANGUPURA (BALIVIRALNEWS) –

Usai mengikuti sidak ke Garuda Wisnu kencana (GWK) di seputar Ungasan, Kuta Selatan, anggota Komisi I yang juga Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD Badung Wayan Puspa Negara memberikan keterangan pers terhadap ribut-ribut tembok pembatas GWK yang menutup akses keluar masuk sejumlah warga di Ungasan. Dia memastikan investasi harus mendukung lingkungan. Jika dalam perjalanan terjadi bahwa investasi tidak mendukung lingkungan, pihaknya akan pertanyakan sense of social dari investasi tersebut.

Menurut politisi Partai Gerindra tersebut, tanpa daya dukung sosial, investasi tidak akan ada maknanya. “Karena itu, hadirnya sebuah investasi tujuannya jelas, memacu pertumbuhan ekonomi, mempercepat tricledown effect atau multiplayer effect. Jika ini tidak tercipta apalagi secara sosial masyarakat dirugikan, lebih baik investasi kita hentikan dulu. Karena itu, tetap untuk menjaga harmonisasi antara pelaku usaha/investor dengan masyarakat, pihaknya tetap menuntut tanggung jawab sosial investor dalam hal ini GWK terhadap masyarakat di sekitar.

“Sekali lagi saya katakan, kehidupan sebuah investasi tidak akan bisa kuat tanpa dukungan masyarakat sekitar. Persektif sosiokultural tanggung jawab sosial GWK kita harapkan bisa diberikan kepada masyarakat sebagai bentuk hubungan mutualisme antara masyarakat dengan GWK,” tegasnya.

Ditanya kapan GWK akan dipanggil, Ketua Tim Sidak Gusti Lanang Umbara memastikan setelah tanggal 4 Oktober 2025. Setelah turun, kita akan adakan diskusi-diskusi di Dewan, setelah itu akan mengumpulkan data-data. Setelah data di OPD-OPD terkait, data dari masyarakat yang masuk sudah terkumpul, baru melakukan pemanggilan terhadap manajemen GWK.

Lanang Umbara menyatakan setuju apa yang disampaikan anggota Dewan lainnya bahwa investasi harus ada multiplayer effect kepada masyarakat. Jangan sampai karena investasi justru masyarakat kita sengsara. Jadi untuk apa ada investasi. Investasi harus memajukan dan mensejahterakan masyarakat setempat dan masyarakat Kabupaten Badung secara umum.

Baca Juga  Wayan Sutrisna Sukses Raih Gelar Doktor di FEB Unud dengan Predikat Sangat Memuaskan

Nyoman Graha Wicaksana

Sementara itu, Ketua Komisi IV Nyoman Graha Wicaksana mengaku terhenyak melihat situasi yang ada. Seyogyanya investasi yang ada memberikan dampak multiplayer effect kepada warga sekitar. “Yang ditembok ini kan rumah warga dan kalau alasan keamanan, ya jelas orang yang terdekat pasti memberikan sense of security adalah warga setempat. Tidak ada warga setempat ingin sesuatu yang tidak baik,” ujar politisi PDI Perjuangan Dapil Kuta tersebut.

Dia meminta ada simbiosis mutualisme antara kepentingan pengusaha dengan kepentingan masyarakat. Mereka cuma minta tembok ini dibongkar, akses jalan diberikan dan digunakan bersama-sama.

“Itu saja, tak ada keinginan yang lain dan saya rasa semua warga ini berkontribusi. Warga merelakan lahannya disertahkan ke pemerintah atau pengusaha untuk dikembangkan. Ini niat baik dari warga. Apa sih susahnya memberikan fasilitas jalan, kenapa harus ditembok seperti ini,” ujarnya. (sar)