Beranda Badung News Selain Perbaikan Irigasi Tersier, Made Suparta Desak Pemkab Badung Naikkan Bantuan Pupuk...

Selain Perbaikan Irigasi Tersier, Made Suparta Desak Pemkab Badung Naikkan Bantuan Pupuk ke Petani

bvn/sar

Anggota Komisi II DPRD Badung Made Suparta.

 

MANGUPURA (BALIVIRALNEWS) –

Anggota Komisi II DPRD Badung Made Suparta mendesak Pemkab Badung untuk meningkatkan bantuan pupuk kepada petani. Bantuan pupuk sangat dibutuhkan untuk mendongkrak produksi pertanian di Kabupaten Badung.

Hal tersebut diungkapkan politisi Partai Partai Golkar Dapil Mengwi tersebut saat mengikuti rapat kerja dengan lima OPD salah satunya Dinas Pertanian dan Pangan. Raker ini digelar dalam rangka menggali data terkait rekomendasi yang akan diberikan serangkaian laporan keterangan pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati tahun 2024.

Dia menegaskan, saat ini petani memperoleh bantuan pupuk urea 2 kg dan poska 2 kg per are. Dengan bantuan pupuk ini, tegasnya, produksi pertanian hanya bisa 40-50 kg gabah per are. “Dengan bantuan hanya 2 kg urea dan 2 kg poska per are, produktivitas pertanian tidak maksimal,” tegasnya.

Selanjutnya, Made Suparta menampilkan data dengan penggunaan pupuk 4 kg per are, produksi pertanian melonjak menjadi 70 kg per are lahan. Karena itu, dia mendesak Pemkab Badung melalui Dinas Pertanian dan Pangan untuk bisa meningkatkan bantuan pupuk hingga 4 kg urea dan 4 kg poska per are. “Jika ini dilakukan kami yakin kesejahteraan petani bisa meningkat,” tegasnya lagi.

Selain mendesak kenaikan bantuan pupuk, Made Suparta juga menyampaikan temuan bahwa irigasi tersier untuk persawahan di Badung sudah banyak lubang-lubang akibat ulah kepiting. “Karena banyak yang berlubang, air tak bisa maksimal sehingga berpengaruh terhadap hasil pertanian,” ujarnya.

Untuk ini, Made Suparta meminta pemerintah untuk segera melakukan perbaikan terhadap irigasi tersier dengan irigasi U (precast, red) sehingga dipastikan lebih kuat dan tahan lama. “Kami berharap ini menjadi prioritas jika ingin petani sejahtera dan tidak makin ditinggalkan,” ungkapnya.

Baca Juga  Walikota Jaya Negara dan Wawali Arya Wibawa Ucapkan Selamat Hari Suci Nyepi Caka 1947, Momentum Penyucian Diri dan Alam Semesta Wujudkan Kesejahteraan Masyarakat

Satu lagi yang disampaikan Made Suparta terkait sumber daya manusia (SDM) di sektor pertanian. Selama ini petani banyak mengandalkan buruh-buruh dari luar Bali untuk memanen hasil pertanian seperti padi. “Ketika hari raya, para buruh banyak yang pulang ke asalnya sehingga petani terlambat memanen padi. Akibatnya, selain volumenya menurun, kualitas padi yang dihasilkan juga menurun. Ini karena terlambat memanen,” ujarnya.

Karena itu, dia mengusulkan agar bantuan alat-alat pertanian disesuaikan dengan kebutuhan seperti alat pemanen padi ini. Dia tidak jarang melihat sejumlah alat-alat pertanian mubasir atau tidak digunakan dengan berbagai sebab, entah operator atau kendala lainnya. “Kami minta bantuan alat-alat pertanian disesuaikan dengan kebutuhan pertanian,” ujarnya.

Menurutnya, alat pemotong padi sangat dibutuhkan oleh kalangan petani di Badung. “Karenanya, kalau bisa pemerintah membantu alat pemotong padi seperti merek Kobota DC 35 Pro,” ungkap Made Suparta yang memang intens memberi perhatian terhadap sektor pertanian. (sar)