Beranda Badung News Sering Banjir, Wayan Puspa Negara Desak Jalan Lingkungan Pinggiran Tukad Mati Ditinggikan

Sering Banjir, Wayan Puspa Negara Desak Jalan Lingkungan Pinggiran Tukad Mati Ditinggikan

bvn/sar

Wayan Puspa Negara

 

MANGUPURA (BALIVIRALNEWS) –

Genangan banjir ternyata masih saja terjadi terhadap jalan yang berlokasi di pinggiran Tukad Mati. Hal ini dikarenakan kondisi jalan ini berada lebih rendah dari volume air bibir Tukad Mati saat hujan deras terjadi.

Karenanya, salah seorang anggota DPRD Badung asal Legian, I Wayan Puspa Negara kembali mendesak agar 4 jalan lingkungan yang ada di pinggiran Tukad Mati segera ditinggikan. Keempat jalan tersebut yakni Jalan Dewi Sri IV, Jalan Campuhan, Jalan Prajanata, dan Jalan Prajanata I. “Ini sudah hampir 10 tahun diusulkan di setiap Musrenbang Kelurahan tapi sampai saat ini belum ada respons,” sodok politisi Gerindra Dapil Kuta tersebut, Rabu (11/12/2024).

Dewan asal Legian ini memaparkan, ketika terjadi hujan deras di hulu seperti Tabanan dan Denpasar membuat volume air Tukad Mati memang akan naik tinggi. Di sisi lain, pasang air laut juga naik pada waktu-waktu tertentu, seperti menjelang Tilem yang disebut “Mamda”, sehingga memperlambat aliran air ke laut. Tingginga volume air Tukad Mati ini juga disebabkan daerah resapan air di kawasan tersebut yang berkurang seiring dengan masifnya pembangunan.

Bukankah Jalan Dewi Sri yang biasanya banjir sudah ditinggikan? Ditanya demikan Puspa Negara membenarkannya dan saat ini kondisi Jalan Dewi Sri utama sudah aman alias tidak banjir. Namun sayangnya genangan ini kini mengarah ke jalan lingkungan yang posisinya lebih rendah.

“Jadi mau tidak mau saya minta agar di anggaran induk 2025 ini, jalan lingkungan ini harus ditinggikan. Jika tidak saya akan tekan pemerintah karena abai akan kondisi infrastruktur ini,” tegasnya.

Posisi Jalan Prajanata ini persis berada di depan Kantor Lurah Legian. Di sisi lain, Puspa Negara juga menyebut, kalau melubernya air Tukad Mati keluar ini dikarenakan sedimentasi yang tinggi. Sedangkan pengerukan yang dijanjikan oleh pihak Balai Sungai baru dilakukan sedikit dan terhenti. “Kami juga harapkan janji pihak Balai untuk melakukan pengerukan dilanjutkan,” desak Puspa Negara. (sar/r)

Baca Juga  Bupati Giri Prasta Buka JAMFEST, Kemajuan Badung Jangan Sampai Menggerus Akar Budaya