Beranda Another Region News Tembok Irigasi Jebol, 3 Ekor Sapi Mati dan Lahan Persawahan Bablas

Tembok Irigasi Jebol, 3 Ekor Sapi Mati dan Lahan Persawahan Bablas

bvn4

Ternak sapi yang mati tertimpa tembok irigasi yang jebol.

 

TABANAN (BALIVIRALNEWS) –

Bencana alam tanah longsor berupa tembok senderan irigasi jebol atau amblas akibat tergerus air aliran irigasi cukup besar akibat dari curah hujan yang cukup tinggi sejak Selasa (29/3). Bencana tersebut terjadi di Subak Anyar, Banjar Dinas Gunungsari, Desa Jatiluwih, Kecamatan Penebel, Tabanan, Rabu (30/3) sekira pukul 07.00 wita menimpa lahan milik warga berinisial IGD (50) dari Banjar Dinas Gunungsari Kelod, Desa Jatiluwih, Kecamatan Penebel, Tabanan dan INGS (37) asal Banjar Dinas Gunungsari, Desa Jatiluwih, Kecamatan Penebel, Tabanan.

Kronologis kejadian tersebut, menurut data laporan tertulis disampaikan Kasi Humas Polres Tabanan Iptu I Nyoman Subagio, Pada Rabu (30/3) sekira pukul 07.00 wita pelapor atau korban IGMD bersama saksi I Nengah Puji mencari rumput di sekitar aliran irigasi Subak Anyar Br. Gunungsari Kaja, Desa Jatiluwih. Saat itu korban mencari rumput di sekitar persawahan bagian bawah aliran subak, sedangkan saksi I Nengah Puji mencari rumput di sekitar aliran iragasi subak.

Tiba-tiba korban mendengar suara gemuruh dari atas. Sewaktu dilihat ternyata tembok senderan irigasi sepanjang kurang lebih 10 meter amblas atau jebol disertai dengan air aliran irigasi subak mengalir ke bawah. Ini mengakibatkan tanah tergerus atau longsor ke bawah serta menimbun kandang sapi yang berisi 3 ekor sapi (1 ekor betina dan 2 ekor jantan) dan juga menimbun sawah yang berisi tanaman padi seluas kurang lebih 20 are.

“Dengan adanya kejadian tersebut pelapor menginformasikan kepada Babinkamtibamas Jatuluwih dan diteruskan ke Polsek Penebel,” katanya.

Subagio menambahkan, akibat kejadian tersebut 3 ekor sapi menjadi korban yaitu 1 ekor sapi betina umur 5 bulan dan 2 ekor sapi jantan masing-masing berumur 5 bulan pemilik mengalami kerugian Rp 21.000.000 atas matinya sapi-sapi tersebut. Selain itu juga, kerugian lahan persawahan dengan taksiran Rp 25.000.000. (bvn4)

Baca Juga  Tingkatkan Kepedulian Pencegahan Kekerasan Seksual, Pemprov Bali Jajaki Kerja Sama dengan Grab Indonesia